KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Muhalaqoh Internasional Gerakan Nasional Ayo Mondok menjelang pembukaan Muktamar NU ke 35 di Jombang Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2026 di Gedung Aby As-ad UNIPDU Jombang, mulai pukul 09.00 -12.00 WIB. Tema kegiatan “Ilmu Tanpa Sekat, Akhlak Tanpa Jeda: Santri Siap Mewarnai Dunia”. Peserta kegiatan sekitar 500 wakil dari seluruh pimpinan pondok pesantren di Indonesia, mereka tergabung dalam Gawagis komunitas para Gus dan Nawaning komunitas para Ning, ditambah undangan khusus perwakilan Kementerian Agama RI dan pakar pendidikan nasional.
Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi tentang beasiswa kuliah di luar negeri, persyaratan pendaftaran, persiapan akademik dan bahasa. Jenis beasiswa yang ditawarkan meliputi LPDP, BIB, GARUDA, beasiswa negara tujuan via KBRI, kampus tujuan, dan beasiswa dari korporasi via on going. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Muhalaqoh (musyawarah dan haloqoh) yang dibagi menjadi tiga sesi meliputi sesi pemaran alumni Luar Negeri, sesi dialog terbuka, dan sesi rekomendasi. Kegiatan ini dipandu oleh Ning Dr. Luluk Faridah Muchtar dari Malang dan Ning Dr. Evi Ghozali dari Lampung.
Narasumber Prof Nadirsyah Hosen pengajar Univ Melbourn Australia dan Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand, KH. Zahrul Azhar Hans Sekjen Gernas Ayo Mondok, pengasuh asrama Queen Al Azhar PP. Darul Ulum dan wakil rektor Universitas Darul Ulum (UNIPDU) Jombang. KH. Mukhlason Jalaluddin ketua PCI NU Cairo Mesir, Ust. Abdul Sakir ketua PCI NU Inggris, Dr. Ahmad Ghozali ketua PCI NU Jepang, Dr. Subhan Ghozali ketua PCI NU Maroko, Dr. Syaiful Mustofa Dosen UIN Malang alumni King Saud University Riyadh Saudi Arabia, pendiri YaKareem Center bimbingan belajar beasiswa Dalam dan Luar Negeri.
Baca juga: Ubah Limbah Biji Pepaya Jadi Kopi Antioksidan, Mahasiswi ITN Malang Sabet Juara 2 Internasional

Harapannya siapapun santri berpeluang mendapatkan beasiswa di dalam dan luar negeri, siapkan bahasa dan mental perluas pergaulan, jalin komunikasi, dan harus keluar dari sarang/cangkang. Bagi yang berminat melanjutkan ke Saudi Arabia disarankan memilih jurusan STEM (saint, teknologi, economic, and mathematic) karena peluang diterima lebih besar sesuai visi Saudi 2030 harus kuat di bidang sain, teknologi, ekonomi, reposisi wanita, negara moderat. Jangan takut dengan isu aqidah wahaby karena visi Saudi sudah berubah. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian cindera mata oleh Ketum Gerakan Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harsit Dimyathi Attarmasy, Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan dan makan siang nasi liwet beralas daun pisang.
Penulis:
Syaiful Mustofa, (Dosen UIN Malang dan founder YaKareem Center)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.