Langsung ke konten
Senin, 17 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Pengalaman naik sleeper Garuda Mas Malang Jakarta, Busnya Seperti Baru

Tempat duduk bus Sleeper Garuda Mas Jurusan Malang-Jakarta

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Naik bus Sleeper bukan pengalaman pertamaku. Ini adalah kali kedua perjalanan menggunakan bus jenis ini. Perintah dadakan untuk mengikuti acara kemerdekaan di Menteng Jakarta datang tepat sehari sebelum 17 Agustus 2026.

Tanggal 16 pagi kepastian harus aku yang berangkat datang, armada dipersilahkan memiliki. Pesawat, Kereta Api atau Bus bebas kupilih. Pertimbangan nyaman tenang awalnya aku memilih Keteta Api, habis di semua jenis. Lalu ke Biro perjalanan, datang fisik untuk sebuah kepastian. Pilihan ada Bus dan pesawat.

Pertimbangan bisa rebahan dan harga terjangkau kantong aku memilih Bus jenis Sleeper. Pukul 11.00 siang dapat kursi single di belakang, bawah. Harga 475.000. Hidin, lelaki muda yang mengantarku memilihkan kursi itu.

“Yang single saja mi, kalau double ada orang lain di sampingnya,” ujar Hidin.

Pilihan yang tepat. Pukul 16.00 kurang seperempat aku sudah datang di biro perjalanan Lia, dekat stasiun kota baru jalan Pattimura Malang. Tak lama bus datang. Pramugari cantik menyambut, membantu meletakkan koper di bagasi. Mengarahkan tempat duduk.

“Turun mana ibu,” tanyanya ramah.”Kemayoran yang dekat Menteng,” jawabku.

“Baik ibu ini ruangannya, ini tempat sepatu, silahkan,” ujar sang pramugari sembari jari menunjuk rak sepatu tepat di samping ruangan..

Sekilas mataku menyapu pandang ruangan bilik dengan kursi rebah kaki ini. Dominan hitam, jok seperti berbahan kulit,. Perlengkapan lain bantal guling dan selimut. Korden coklat tua mampu menutupi semua area ruang kecil ini.

Meski kecil tidak terasa sempit. Tinggiku yang tak sampai satu setengah meter bisa rebah sempurna, masih ada sisa malah.. mungkin untuk yang lebih tinggi dari aku bisa pula merasakan tiduran nyamanRuang sleeper ini dilengkapi charge dan tempat botol minum serta lampu usap. Kunamakan demikian karena tanpa klik tombol. Cukup diusap sudah bisa mati dan hidup sendiri.

Layanan awal dari bus adal air mineral dan paket aneka rasa roti. Sangat membantu perut yang mulai keroncongan jelang senja. Kutengok jendela terbaca Medaeng Sidoarjo.Puas makan beberapa roti pramugari cantik datang lagi. Kali ini menawari 3 pilihan welcome drink.

“Kaka silahkan dipilih welcome drinknya. Teh, kopi atau pop mie.”Sejenak berpikir akhirnya kupilih Pop Mie.”Baik ditunggu sebentar ya, saya buatkan dahulu,” ujarnya ramah.

Tak menunggu lama pop mie datang. Aromanya menggugah selera. Aku menyantapnya lahap.Tandas kubuang gelas kosong ke tempat Sampah. Kembali menatap gawai, menulis berita berita lagi sambil membalas chat. Tak terasa rupanya aku tertidur bangun bangun sudah ada suara pramugari.

“Bapak ibu silahkan menikmati makan malam prasmanan waktu 30 menit.”

Rumah makan Tempe Mendoan RBT, tempat singgah makan malam prasmanan.

Sragen, rest area km 518 ada tulisan Tempe Mendoan RBT Makanprasmanan menu ala Jawa. Kupilih aku pare, telur dadar Bali dan lodeh kacang panjang. Minum air putih dan teh hangat disediakan. Selesai makan menuju toilet. Menunaikan hajat dan sholat jamak Takahir isya dan Maghrib. Satu catatan untuk toilet dan musholla. Kalau ada yang ingin sedekah di sini tempat tepat misal mau sedekah alat sholat mukena , sarung sajadah. Satu lagi sandal jepit, rebutan ketika mau ke toilet.

Perut kenyang, hajat terbuang sholat telah pula ditunaikan. Aku kembali ke tempat duduk di bus. Menyapu ruangan ternyata cukup banyak penumpang. Seat double sepertinya diisi pasutri. Satu lagi kutemukan yang tadi ketika naik ta kulihat. Dispenser dilengkapi air dan persediaan gula, teh dan kopi sachet.

“Baik hati pulak ini pengelola bus. Tidak membiarkan penumpangnya kehausan dan kelaparan. Rasanya perutku ini turut merayakan kemerdekaan juga. Merdeka dari rasa haus dan lapat.” Ahay, asik.alhamdulillah