Langsung ke konten
Selasa, 6 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Asah Keterampilan, Warga Binaan Wanita Rutan Bangil Ikuti Pelatihan Menjahit dan Kerajinan Manik-Manik

Asah Keterampilan, Warga Binaan Wanita Rutan Bangil Ikuti Pelatihan Menjahit dan Kerajinan Manik-Manik

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM,Pada Senin (05/10), warga binaan wanita Rutan Kelas IIB Bangil melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian berupa pelatihan menjahit dan kerajinan manik-manik.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pembinaan Rutan Bangil sebagai bagian dari upaya memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.Kegiatan tersebut didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Robi Setiawan Tridesia, bersama petugas pembinaan dan peserta magang. Para warga binaan wanita mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif mempraktikkan keterampilan yang diberikan, mulai dari teknik dasar menjahit hingga pembuatan kerajinan menggunakan manik-manik.

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan warga binaan sehingga memiliki bekal yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Selain melatih keterampilan tangan, kegiatan tersebut juga mendorong warga binaan untuk lebih percaya diri, tekun, dan mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

Melalui pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Rutan Bangil terus berupaya memberikan berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan minat dan potensi warga binaan. Keterampilan menjahit dan kerajinan manik-manik diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Robi Setiawan Tridesia, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat.

“Kami berharap keterampilan yang dipelajari selama berada di Rutan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi warga binaan untuk lebih mandiri serta produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.” (Ari)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.