Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Gubernur Jatim Khofifah Sampaikan Duka Mendalam Atas Gugurnya 4 Pejuang Karhutla Bromo

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat orang pahlawan kemanusiaan

Ilustrasi petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan vegetasi.

Ilustrasi petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan vegetasi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat orang pahlawan kemanusiaan yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia, serta keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Khofifah dengan penuh haru.

Penghormatan Tinggi untuk Petugas dan Relawan di Garis Depan

Menurut Khofifah, pengabdian para korban yang bertaruh nyawa di tengah kobaran api merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam upaya penanganan bencana serta perlindungan kawasan hutan. Ia menilai peristiwa tragis ini meninggalkan duka yang teramat dalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

Baca juga: Hari Kereta Api Nasional ke-81, Khofifah Tegaskan Pelayanan Prima dan Keselamatan Jalur di Jatim

Baca juga: DPD RI Lia Istifhama Hadiri Festival Mangrove ke-9 Jawa Timur Bersama Gubernur Khofifah: Dorong Pelestarian Lingkungan Pesisir

Secara pribadi, dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para almarhum yang telah berjuang menjalankan tugas di lapangan. Di tengah risiko yang begitu besar, mereka berupaya keras memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas demi keselamatan ekosistem.

“Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” tegas Khofifah.

Adapun keempat korban jiwa dalam peristiwa tersebut terdiri dari dua petugas Balai Besar TNBTS, yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, serta dua orang relawan yang juga merupakan karyawan hotel setempat, yaitu Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19). Tragedi ini sekaligus menggarisbawahi besarnya risiko yang dihadapi para petugas di lapangan.

Pemprov Jatim Berikan Santunan dan Doa untuk Korban Luka

Selain menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal, Gubernur Khofifah juga mendoakan agar para korban yang sempat mengalami luka-luka dapat segera diberikan kesembuhan dan kekuatan penuh oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap pihak keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapatkan dukungan moral serta pendampingan intensif dalam melewati masa-masa sulit ini.

Iklan

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya menyampaikan simpati dan doa yang tulus. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung merespons dengan memberikan santunan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia. Khofifah berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga.

“Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” tutur Khofifah.

Seruan Keselamatan Kerja dan Pelestarian Alam Bromo

Di sisi lain, Gubernur Khofifah turut mengingatkan pentingnya untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan personel dalam setiap operasi penanggulangan karhutla. Menurutnya, penanganan bencana semacam ini menuntut tingkat kesiapsiagaan yang tinggi, koordinasi lintas sektoral yang matang, serta kewaspadaan ekstra terhadap dinamika perubahan cuaca dan kondisi di lapangan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kelestarian kawasan hutan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

“Ingat, Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” pungkas Khofifah. (*yous)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.