Langsung ke konten
Selasa, 6 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Terus Dikebut, Pondasi Jembatan Perintis Garuda di Tunjungsekar Mulai Dicor

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terus dikebut.

Anggota Koramil 0833-05/Lowokwaru bersama warga bergotong royong menuangkan adukan cor beton secara bertahap pada proses pengecoran pondasi Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Tunjungsekar.

Anggota Koramil 0833-05/Lowokwaru bersama warga bergotong royong menuangkan adukan cor beton secara bertahap pada proses pengecoran pondasi Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Tunjungsekar. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terus dikebut. Memasuki tahap pengecoran pondasi, anggota Koramil 0833-05/Lowokwaru bersama warga turun langsung untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai tahapan.

Gotong Royong TNI dan Warga Kebut Pengecoran Pondasi

Pekerja dan personel TNI tampak meratakan adukan semen di sekitar kerangka besi tulangan untuk memastikan struktur dasar jembatan kokoh dan sesuai dengan tahapan pembangunan.
Pekerja dan personel TNI tampak meratakan adukan semen di sekitar kerangka besi tulangan untuk memastikan struktur dasar jembatan kokoh dan sesuai dengan tahapan pembangunan. (Foto: Istimewa)

Pengecoran pondasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan. Pada Selasa (6/10/2026), material disiapkan, adukan beton dikerjakan, kemudian dituangkan secara bertahap ke bagian pondasi yang telah dipersiapkan.

Proses tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat. Kehadiran anggota Koramil di lokasi sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Dukuh Bibis Masuk Tahap Perangkaian dan Pemasangan Kerangka Baja

Baca juga: Pembangunan Jembatan dan Talud TMMD ke-129 Permudah Masyarakat Akses Transportasi dan Giatkan Sosial Ekonomi

Iklan

Jembatan Perintis Garuda merupakan pembangunan yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dan diarahkan untuk memperkuat konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses penghubung.

Perkuat Konektivitas dan Mobilitas Warga Tunjungsekar

Bagi masyarakat Tunjungsekar, progres pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Akses yang lebih mudah diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan, kegiatan sosial, hingga pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah Tunjungsekar.

Komitmen Bersama Hadirkan Infrastruktur yang Aman dan Bermanfaat

Danramil 0833-05/Lowokwaru Kapten Inf Faizal Rizal Pelu mengatakan, pengecoran pondasi merupakan tahapan penting yang harus dikerjakan secara baik dan sesuai proses pembangunan.
“Pengecoran pondasi ini merupakan tahapan penting yang harus dikerjakan dengan baik. Kami bersama warga akan terus kebut prosesnya agar jembatan ini segera rampung dan bisa dirasakan manfaatnya,” ungkap Kapten Inf Faizal Rizal Pelu saat berada di lokasi pembangunan.

Menurutnya, keterlibatan personel TNI bersama warga dalam pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadirkan akses penghubung yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.

Sejak tahap persiapan hingga pengecoran pondasi, proses pembangunan dilakukan secara bersama-sama. Gotong royong tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan hingga jembatan selesai dan dapat digunakan masyarakat.

Dengan terus dikebutnya pembangunan, Jembatan Perintis Garuda di Tunjungsekar diharapkan segera memasuki tahapan berikutnya. Nantinya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih kuat, aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.