Langsung ke konten
Selasa, 6 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Mengibarkan Semangat Kebangsaan: KPIR Gelar Ruwatan Indonesia Raya

KPIR. Sebuah bendera kecil dikibarkan diantara ribuan bendera sebagai penanda bahwa kami masih berpikir dan memberdayakan diri.

Bendera Kesatuan Pecinta Indonesia Raya (KPIR)

Bendera Kesatuan Pecinta Indonesia Raya (KPIR)

KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: KPIR. Sebuah bendera kecil dikibarkan diantara ribuan bendera sebagai penanda bahwa kami masih berpikir dan memberdayakan diri.

Kesatuan Pecinta Indonesia Raya memilih hari kelahiran Doa Bangsa yaitu awal lagu lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza dikumandangkan pada 28 Oktober 1928, sebagai titik pijak gerakan.

Pada 98 tahun kelahirannya, KPIR menggelar Ruwatan Indonesia Raya di Makam Pahlawan Nasional, WR Soepratman, jl Kenjeran, Surabaya, Rabu, 28 Oktober 2026, sore hingga malam.

KPIR bekerja bersama komunitas Surabaya Digital City (SDC), Komunitas Surabaya Juang, Komunitas Sinematografi Rekamaya beserta puluhan media partner.

Ruwatan Indonesia Raya diwarnai dengan pergelaran Wayang Ruwat oleh Mpu Toro, Doa Tulak Balak oleh Mpu Ngatinah serta Gen Z menyanyikan Lagu-lagu Nasional. Acara ini dikemas bernuansa sakral.

Bagaimana KPIR membeayai Ruwatan ini?

Terus terang kami membuka Tombang, open donasi berupa Buwuh Even senilai Rp 100 ribu yang disampaikan kepada semua teman² Fesbuk atau WhatsApp sebagai bentuk Gotong Royong.

Kami tidak menyebar proposal untuk minta bantuan kepada instansi pemerintah. Nawaitu KPIR adalah membuat acara rakyat: Dari Rakyat, Oleh Rakyat untuk Indonesia Raya.

Jadi jangan kaget jika ada inbox berisi surat permohonan dari KPIR untuk mengharap bantuan menggelar acara untuk Indonesia Raya.

Rokimdakas
Ketua Pelaksana
5 Oktober 2026.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.