Langsung ke konten
Kamis, 27 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Ubah Limbah Biji Pepaya Jadi Kopi Antioksidan, Mahasiswi ITN Malang Sabet Juara 2 Internasional

Dua mahasiswi Teknik Kimia S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Ajeng Wickrama Tunggal Dewi dan Ratih Dwi Andini, sukses

Inovator Kopi Herbal: Ajeng Wickrama Tunggal Dewi dan Ratih Dwi Andini, mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang peraih Juara 2 tingkat internasional (ICAI 2026) berkat inovasi pemanfaatan limbah biji pepaya.

Inovator Kopi Herbal: Ajeng Wickrama Tunggal Dewi dan Ratih Dwi Andini, mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang peraih Juara 2 tingkat internasional (ICAI 2026) berkat inovasi pemanfaatan limbah biji pepaya. (Foto: Humas ITN)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dua mahasiswi Teknik Kimia S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Ajeng Wickrama Tunggal Dewi dan Ratih Dwi Andini, sukses mengubah limbah biji pepaya menjadi minuman herbal beraroma kopi. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih Juara 2 kategori Student / Fields: Engineering pada ajang International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026 di Yogyakarta yang diikuti 83 perguruan tinggi dari delapan negara.

Berawal dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang gagal lolos seleksi, penelitian ini pantang menyerah dikembangkan menjadi tugas akhir di bawah bimbingan Ir. Faidliyah Nilna Minah, ST., MT.

  • Proses Pengolahan: Biji pepaya lokal, California, dan Thailand dikeringkan dengan sinar matahari dan dehydrator, lalu di-roasting selama 10 menit untuk memunculkan aroma khas kopi sebelum diblender.
  • Bahan Tambahan Herbal: Formulasi minuman ini dipadukan dengan jahe, serai, kayu manis, serta daun pandan dan mint segar (bentuk basah) untuk menjaga cita rasa dan tekstur.

  • Kandungan Nol Kafein: Biji pepaya secara alami bebas kafein; senyawa yang terdeteksi pada alat uji (2,6% pada sampel lokal) sebenarnya adalah alkaloid dan fenolik.

  • Antioksidan Sangat Kuat: Pengujian metode DPPH menunjukkan campuran biji pepaya lokal dan jahe memiliki nilai IC₅₀ terbaik sebesar 52,2798 µg/mL.

    Baca juga: Mahasiswa FITK UIN Malang Raih Juara 1 Trunojoyo International Essay Competition 2026

    Baca juga: International Office UIN Malang Gelar Interview PMB Internasional Batch 2, Pendaftar Tembus 847 dari 47 Negara

  • Sertifikasi Standar: Seluruh sampel dipastikan telah memenuhi standar kadar air dan kadar abu sesuai SNI 2983:2014.

“Pengeringan pakai dehydrator saja ternyata aromanya belum keluar, jadi kami roasting 10 menit agar aroma khas kopinya muncul,” jelas Ajeng terkait tantangan proses inovasinya.

Dosen pembimbing, Ir. Faidliyah Nilna Minah, mengapresiasi mental pantang menyerah anak didiknya yang terus menyempurnakan riset hingga diakui di level internasional. Karya ini membuktikan bahwa teknologi pangan berbasis sumber daya lokal mampu mengolah limbah organik menjadi minuman kesehatan berkelanjutan dengan nilai ekonomi tinggi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.