PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila mengantarkan Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, meraih Juara 1 Lomba Kampung Pancasila tingkat Kabupaten Pasuruan.
Prestasi tersebut tidak sekadar menjadi kemenangan dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa nilai-nilai Pancasila di Desa Ngadirejo tidak berhenti sebagai slogan, tetapi telah tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Keberhasilan Desa Ngadirejo lahir dari kolaborasi berbagai unsur. Pemerintah desa, masyarakat, lembaga kemasyarakatan, BUMDes, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga lembaga pendidikan bergerak bersama menunjukkan karakter Desa Ngadirejo sebagai wilayah yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Baca juga: Evaluasi PBAK FTIK UIN Malang, Perkuat Pengembangan Karakter dan Kebersamaan
Kekompakan tersebut terlihat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan penilaian. Masing-masing unsur mengambil peran sesuai kapasitasnya, sekaligus menampilkan berbagai potensi desa dan pembiasaan positif yang selama ini telah berjalan.
Bukan Sekadar Lomba, tetapi Cermin Kehidupan Masyarakat

Kampung Pancasila di Desa Ngadirejo dibangun melalui berbagai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, kebersamaan antarwarga, toleransi antarumat beragama, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kepala Desa Ngadirejo, Mulyono, menyampaikan bahwa capaian Juara 1 tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Prestasi ini bukan milik pemerintah desa saja, tetapi milik seluruh masyarakat Ngadirejo. Juara 1 ini adalah bukti bahwa ketika seluruh elemen bersatu, bergotong royong, dan memiliki semangat yang sama, kita mampu memberikan yang terbaik untuk Desa Ngadirejo,” ujar Mulyono.
Menurutnya, semangat Kampung Pancasila harus tetap dijaga meskipun perlombaan telah selesai. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus menjadi kebiasaan sehari-hari, terutama dalam membangun kerukunan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap desa.
Camat Tutur: Kekuatan Ngadirejo Ada pada Kebersamaan
Apresiasi juga disampaikan Camat Tutur, Hendy Candra Wijaya. Ia menilai keberhasilan Desa Ngadirejo merupakan buah dari kekompakan seluruh unsur yang terlibat.
“Kemenangan Desa Ngadirejo menunjukkan bahwa kekuatan sebuah desa bukan hanya pada potensi yang dimiliki, tetapi pada kemampuan seluruh masyarakat untuk bersatu dan bergerak bersama. Nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya ditampilkan ketika ada perlombaan,” kata Hendy.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Desa Ngadirejo untuk mempertahankan budaya gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta semangat membangun desa secara berkelanjutan.
BUMDes dan Potensi Desa Turut Menjadi Kekuatan
Dalam penampilan Kampung Pancasila, potensi Desa Ngadirejo juga mendapat ruang penting. BUMDes turut mengambil bagian dalam memperkenalkan berbagai potensi dan aktivitas ekonomi desa.
Keberadaan BUMDes tidak hanya menjadi bagian dari penggerak perekonomian masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan seiring dengan penguatan kemandirian masyarakat.
Melalui dokumentasi dan video profil desa, berbagai potensi, aktivitas masyarakat, serta semangat kebersamaan dikemas menjadi sebuah cerita yang memperlihatkan karakter Desa Ngadirejo.
Pesan yang dibangun pun sederhana, tetapi kuat: desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya bersatu dan mampu mengembangkan potensi bersama.
SDN Ngadirejo I Tutur Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Salah satu unsur yang turut memberikan warna dalam penampilan Desa Ngadirejo adalah SDN Ngadirejo I Tutur.
Kehadiran sekolah bukan sekadar sebagai pendukung dalam kegiatan lomba. Lebih jauh, SDN Ngadirejo I Tutur selama ini telah membangun berbagai pembiasaan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Di lingkungan sekolah, peserta didik dibiasakan untuk beriman, berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, bergotong royong, peduli terhadap lingkungan, serta mencintai budaya dan tanah air.
Pembiasaan tersebut diwujudkan melalui berbagai program sekolah.
Di bidang literasi dan numerasi, SDN Ngadirejo I Tutur memiliki program TERABAS yang dilaksanakan secara rutin setiap Rabu sebelum pembelajaran. Para siswa diberikan ruang untuk membaca buku pilihan mereka sehingga budaya literasi dibangun melalui kebiasaan yang menyenangkan.
Nilai toleransi dan keberagaman juga ditanamkan melalui pembiasaan keagamaan. Peserta didik Muslim melaksanakan istighosah, sementara peserta didik Hindu melaksanakan Santi Puja. Keduanya berjalan berdampingan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman sekaligus penguatan karakter peserta didik.
Semangat gotong royong diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih, kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas bersama warga sekolah.
Sekolah juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui pembiasaan penggunaan bahasa Jawa dalam program SABASA, sekaligus mengembangkan kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Ngadirejo dan Kecamatan Tutur.
Nilai kepedulian sosial turut diperkuat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan Pancasila di SDN Ngadirejo I Tutur tidak hanya diberikan melalui materi pembelajaran, tetapi juga dihidupkan melalui pengalaman dan pembiasaan sehari-hari.
Dari Sekolah untuk Desa
Keterlibatan SDN Ngadirejo I Tutur dalam Lomba Kampung Pancasila menjadi gambaran bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi sejak usia dini.
Anak-anak yang terbiasa hidup dalam suasana toleransi, gotong royong, disiplin, peduli lingkungan, serta menghargai perbedaan diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan.
Karena itu, keberadaan sekolah dalam Kampung Pancasila bukan sekadar pelengkap. Sekolah menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Juara 1 Menjadi Awal untuk Terus Menjaga Nilai Pancasila
Predikat Juara 1 Kampung Pancasila tingkat Kabupaten Pasuruan menjadi kebanggaan bagi Desa Ngadirejo dan Kecamatan Tutur.
Namun, capaian tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk terus mempertahankan nilai-nilai yang telah dibangun dan ditampilkan dalam perlombaan.
Gotong royong tidak boleh berhenti setelah penilaian selesai. Toleransi tidak hanya ditampilkan di hadapan tim penilai. Kepedulian sosial, kebersihan lingkungan, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman harus terus menjadi karakter masyarakat.
Desa Ngadirejo kini memiliki modal penting, yakni kebersamaan.
Dari sebuah desa di kawasan Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, semangat tersebut membawa Ngadirejo meraih posisi teratas dalam Lomba Kampung Pancasila tingkat Kabupaten Pasuruan.
Ngadirejo bukan hanya memenangkan sebuah perlombaan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi gambaran bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui kebiasaan, dirawat dalam kebersamaan, dan ditanamkan kepada generasi berikutnya.
Penulis : Risdiyan Tri Wahyudi


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.