MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fenomena kesalahan pengucapan bahasa Arab pada penyanyi kontemporer menjadi objek kajian ilmiah Muhammad Fikri Fadli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian tersebut kemudian diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 melalui artikel berjudul “Al-Akhta al-Shauthiyah fi Nuthq al-’Arabiyah li Fanan al-Mu’ashir: al-Atsar al-Mutartibah ‘ala Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyah”.
Artikel tersebut terbit dalam Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-’Arabiyyah (IMLA) Arabi: Journal of Arabic Studies, Vol. 9 No. 2 (2024), yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian Fikri berfokus pada kesalahan fonetik dalam pengucapan bahasa Arab oleh penyanyi kontemporer serta dampaknya terhadap pembelajaran bahasa Arab. Kajian ini menempatkan aspek pelafalan sebagai bagian penting dalam penguasaan bahasa, di samping kosakata dan tata bahasa.
Dalam pembelajaran bahasa Arab, ketepatan bunyi memiliki posisi penting karena perubahan atau kekeliruan dalam pengucapan dapat memengaruhi ketepatan penyampaian pesan. Karena itu, fenomena kesalahan pelafalan yang ditemukan dalam praktik penggunaan bahasa dapat menjadi objek analisis untuk memahami persoalan fonetik sekaligus pembelajaran bahasa.
Pilihan objek penelitian berupa penyanyi kontemporer juga memperlihatkan upaya menghubungkan kajian bahasa dengan fenomena penggunaan bahasa di ruang publik. Bahasa Arab tidak hanya digunakan dalam buku teks dan ruang kelas, tetapi juga hadir melalui musik dan budaya populer.
Dari fenomena tersebut, Fikri membawa persoalan pelafalan ke dalam ruang penelitian. Kesalahan pengucapan tidak berhenti sebagai temuan linguistik, tetapi dikaji dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Arab. Pendekatan semacam ini membuka ruang untuk melihat bagaimana fenomena penggunaan bahasa yang nyata dapat menjadi bahan refleksi dalam proses pembelajaran.
Publikasi tersebut sekaligus mempertemukan dua kompetensi yang menjadi bagian penting dalam pendidikan calon guru bahasa Arab: penguasaan kebahasaan dan kemampuan melakukan penelitian. Melalui karya ilmiah, mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan bahasa Arab, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk mengamati fenomena kebahasaan, menganalisisnya, dan mengomunikasikan hasil kajian dalam forum akademik.
Bagi lingkungan akademik PBA FTIK UIN Malang, publikasi pada jurnal SINTA 2 menjadi bagian dari tumbuhnya tradisi penelitian dan publikasi mahasiswa. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mulai berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan, khususnya pada bidang bahasa Arab dan pembelajarannya.
Kajian Fikri menunjukkan bahwa penelitian dapat berangkat dari fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah kesalahan pengucapan yang ditemukan dalam praktik berbahasa dapat menjadi pintu masuk untuk membahas persoalan fonetik, pembelajaran, dan ketepatan penggunaan bahasa secara lebih sistematis.
Melalui publikasi ini, Muhammad Fikri Fadli menambah jejak akademiknya sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa PBA FTIK UIN Malang memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pengembangan kajian bahasa Arab. Dari ketelitian memperhatikan bunyi, lahir sebuah kajian; dari kajian tersebut, gagasan mahasiswa kemudian hadir dalam percakapan akademik yang lebih luas.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.