Langsung ke konten
Sabtu, 29 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Forest of Adventure, Mahasiswa FTIK UIN Malang Sulap SPLDV Jadi Petualangan Digital

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang selama ini lekat dengan rumus dan latihan soal dikemas menjadi sebuah petualangan digital. Inovasi tersebut lahir dari mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui media pembelajaran “Forest of Adventure: Petualangan Hutan SPLDV.”

Media tersebut membawa peserta didik masuk ke dalam suasana hutan interaktif yang dilengkapi animasi, musik, tantangan, poin, hingga sistem penghargaan. Sejak halaman pembuka, peserta didik diarahkan untuk menekan tombol “Mulai Petualangan” dan mengikuti alur pembelajaran yang dirancang seperti sebuah permainan.

Bukan sekadar bermain, peserta didik memiliki misi menyelamatkan hutan dengan menyelesaikan berbagai tantangan SPLDV. Konsep tersebut menempatkan materi matematika sebagai bagian dari perjalanan yang harus ditaklukkan secara bertahap.

Petualangan kemudian berlanjut melalui tiga gerbang tantangan. Gerbang pertama memperkenalkan metode substitusi, dilanjutkan gerbang kedua dengan metode eliminasi, dan ditutup gerbang ketiga melalui metode campuran.

Sebelum menghadapi soal pada setiap gerbang, peserta didik memperoleh ringkasan materi dan animasi penjelasan. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan sejumlah soal untuk memperoleh poin. Tantangan berikutnya baru dapat dibuka setelah tahap sebelumnya berhasil dituntaskan.

Pola tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung secara bertahap sekaligus memberi ruang kepada peserta didik untuk menguji pemahaman. Ketika jawaban belum tepat, mereka dapat mencoba kembali dan memperbaikinya sebelum melanjutkan perjalanan.

Di titik inilah Forest of Adventure tidak hanya menawarkan aspek permainan, tetapi juga membawa pesan pedagogis bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Peserta didik tidak diarahkan untuk takut salah, melainkan diberi kesempatan mengevaluasi jawaban, mencoba kembali, dan menemukan strategi yang tepat.

Setiap keberhasilan kemudian dikonversi menjadi poin dan penghargaan. Setelah seluruh tantangan diselesaikan, peserta didik mencapai halaman akhir dan memperoleh apresiasi berupa sertifikat digital, badge, bintang penghargaan, maupun pesan motivasi.

Perpaduan materi, animasi, permainan, tantangan, musik, poin, dan reward menjadikan peserta didik bukan sekadar penerima materi. Mereka ditempatkan sebagai aktor utama yang harus mengambil langkah, menyelesaikan persoalan, dan menentukan keberhasilan petualangannya sendiri.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan arah pengembangan kompetensi mahasiswa Tadris Matematika FTIK UIN Malang. Penguasaan matematika tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi diterjemahkan menjadi kemampuan merancang pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik dan perkembangan teknologi.

Melalui Forest of Adventure, SPLDV yang semula dapat terasa abstrak dan penuh prosedur diubah menjadi pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan interaktif. Tiga gerbang—substitusi, eliminasi, dan campuran—menjadi tahapan yang membawa peserta didik memahami konsep sekaligus berlatih memecahkan masalah.

Dari sebuah materi matematika, mahasiswa FTIK menghadirkan sebuah petualangan. Pesannya sederhana: pembelajaran tidak harus selalu dimulai dari lembar soal. Dengan kreativitas, teknologi, dan desain pedagogis yang tepat, bahkan SPLDV pun dapat menjadi perjalanan yang membuat peserta didik berani mencoba, tidak takut salah, dan terus bergerak hingga menemukan jawaban.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.