Langsung ke konten
Jumat, 21 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Wakil Rektor IV Dorong FITK UIN Malang Perkuat OBE, Publikasi Sinta 3, dan Internasionalisasi Akademik

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didorong mempercepat transformasi akademik menuju tata kelola pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran, produktivitas publikasi ilmiah, dan jejaring internasional.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga (WR 4) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., dalam Rapat Pengembangan Akademik: Sosialisasi Awal Perkuliahan dan Penyusunan RPS Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Lantai 5 Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno UIN Malang, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang diikuti para dosen pengampu mata kuliah semester gasal tersebut tidak hanya diarahkan untuk mematangkan kesiapan perkuliahan, tetapi juga menjadi forum penyampaian sejumlah agenda strategis pengembangan FITK.

Dalam arahannya, Prof. Abdul Hamid menekankan pentingnya menjadikan perubahan akademik sebagai bagian dari agenda transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.

“Transformasi akademik harus kita arahkan pada penguatan mutu, capaian pembelajaran, publikasi ilmiah, dan internasionalisasi. Karena itu, pengembangan FITK tidak cukup hanya menjalankan rutinitas akademik, tetapi harus terus bergerak menuju standar yang lebih tinggi.”

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penguatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan kurikulum konvergensi. Melalui OBE, proses pembelajaran diarahkan tidak hanya pada materi yang disampaikan dosen, tetapi pada capaian kompetensi yang benar-benar diperoleh mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran.

Konsekuensinya, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tidak semestinya berhenti sebagai dokumen administratif. RPS perlu menjadi instrumen yang menghubungkan capaian pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, aktivitas mahasiswa, hingga asesmen secara terukur.

Sementara kurikulum konvergensi diarahkan untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan agar proses pendidikan lebih responsif terhadap kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman.

“RPS harus menjadi peta jalan pembelajaran. Apa yang dirancang dalam RPS harus memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran dan kompetensi yang ingin dibangun pada mahasiswa,” demikian penekanan yang disampaikan dalam pengarahan tersebut.

Selain penguatan kurikulum, FITK juga didorong meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah dosen. Salah satu target yang ditekankan adalah publikasi pada jurnal terakreditasi minimal Sinta 3.

Penguatan publikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan indikator kinerja akademik. Lebih dari itu, publikasi menjadi sarana untuk memperluas kontribusi keilmuan FITK melalui penyebarluasan hasil penelitian, gagasan akademik, dan inovasi kepada masyarakat ilmiah.

Dengan peningkatan kualitas publikasi, FITK diharapkan semakin kuat dalam ekosistem akademik nasional sekaligus memiliki modal untuk memperluas jejaring penelitian dan kolaborasi pada level internasional.

Agenda internasionalisasi juga menjadi bagian penting dari arahan WR 4. FITK didorong mengintegrasikan program pengembangan internasional dengan berbagai skema yang telah tersedia di tingkat universitas.

Sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain International Student Scholarship (ISS), kemitraan dengan kedutaan negara asing, KKM internasional, serta penguatan layanan mahasiswa asing melalui International Office UIN Malang.

“Internasionalisasi tidak harus dibangun sendiri oleh fakultas. FITK dapat mengintegrasikan potensinya dengan program internasional yang sudah dikembangkan universitas sehingga jejaring global dapat diperluas secara bersama-sama,” ujar Prof. Abdul Hamid.

Di sisi lain, dinamika kelembagaan juga menjadi bagian dari pembahasan. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum tersebut, terdapat arah perubahan nomenklatur FITK menjadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Perubahan nomenklatur tersebut dipandang bukan semata persoalan administratif, tetapi dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat arah pengembangan kelembagaan dan program studi.

Perubahan identitas kelembagaan, penguatan OBE dan kurikulum konvergensi, peningkatan publikasi, serta internasionalisasi pada akhirnya memiliki satu titik temu: peningkatan mutu akademik dan daya saing lulusan.

Karena itu, momentum awal Semester Gasal 2026/2027 menjadi lebih dari sekadar persiapan perkuliahan. Bagi FITK, fase tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan arah strategis universitas ke dalam praktik akademik di tingkat fakultas.

RPS yang disusun dosen, publikasi yang dihasilkan, kurikulum yang dikembangkan, hingga jejaring internasional yang dibangun menjadi bagian dari ekosistem yang saling berkaitan.

Dengan agenda tersebut, FITK UIN Malang diarahkan untuk tidak berhenti pada capaian administratif maupun pertumbuhan kelembagaan. Transformasi diharapkan menyentuh cara berpikir akademik, kualitas pembelajaran, produktivitas keilmuan, dan kemampuan membangun jejaring global.

Sebab, menuju fakultas yang berdaya saing global bukan hanya soal mengubah nama, tetapi mengubah standar, memperkuat mutu, dan memperluas kontribusi.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.