Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Kolom

Islam, Agama Jalan Tengah

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Kekerasan (Extrem) dalam hubungan sosial selalu menjadi persoalan yang hangat setiap waktu, karena kekerasan telah mewarnai

Syaifu Nu’man, S. Ag, Penyuluh Agama Islam Kemenag kota Malang

Syaifu Nu’man, S. Ag, Penyuluh Agama Islam Kemenag kota Malang (Foto: Istimewa)

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Kekerasan (Extrem) dalam hubungan sosial selalu menjadi persoalan yang hangat setiap waktu, karena kekerasan telah mewarnai goresan Sejarah perjalanan umat Islam mulai awal manusia era Nabi Adam As. hingga saat ini. Sikap extrem ini telah menimbukan banyak persoalan seperti sikap merasa paling benar sendiri, kelompok yang lain salah dan sesat. mereka saling menyalahkan, dan sampai ada yang saling mengkafirkan di antara mereka. ada Sebagian melakukan pembunuhan, serta ada yang menghakimi neraka yang tidak sefaham.


Fenomena ini mengejala akhir akhir ini, sangat berbahaya jika tidak dikendalikan dan dikelola secara baik. Karena bangsa ini mempunyai ras, suku, budaya, agama yang beragam.

Dalam Islam banyak beragam madzab dalam fiqih, semisal Hanafi, Syafi’I, Hambali, dan Maliki, dalam Aqidah muncul aliran Maturidiyah, As’ariyah, Mu’tazilah, Qadariyah, Syi’ah, dan Ahlu sunnah. Kondisi demikian berpotensi menimbulkan konflik, tetapi apabila perbedaan itu di Kelola dengan baik akanmendatangkan Rahmat.

Baca juga: Jelang 3 Dekade Fakultas Syariah UIN Maliki Malang: Dari Ahli Hukum Islam ke Arsitek Hukum Masa Depan

Baca juga: NU Care LAZISNU Ngawi Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih di Pitu Bersama Mahasiswa STIT Islamiyah

Makna Extrimisme

Kata extrim dalam Bahasa agama dikenal dengan ”Tatharruf” yang berarti berdiri di tepi, jauh dari tengah. dalam agama dikenal dengan istilah pikiran “kekakuan”. sikap extrem, lebih dekat kepada kebinasaan dan bahaya, serta jauh dari keamanan dan kesentosaan. Meminjam istilah yang digunakan Syaikh Yusuf Qardawy dalam buku, “ Islam Extrem” itu berarti “Jumud ( kaku)”. Dalam konteks sosial mereka berprilaku kaku, hanya mau bergaul pada kelompoknya. Dalam konteks keindonesiaan tentu faham demikian sangat berbahaya bertentangan dengan demokrasi.

Untuk mengenal lebih jauh kelompok Extrem mempunyai ciri:
1. Fanatik.
Fanatik merupakan sifat kaku yang dapat dipetakan:
Pertama, fanatik terhadap suatu pendapat, mereka tidak mengakui pendapat orang lain atau golongan lain. Kebekuan dan bersikeras pada suatu paham dengan cara yang sangat ketat.


Kedua, Tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain dan mempertimbangkan antara pendapat yang ada dikelompoknya dengan yang ada diluar kelopoknya yang dalilnya lebih kuat.

Iklan

Ketiga, mewajibkan suatu pendapat kepada orang lain, dan melemparkan tuduhan seperti : “bid’ah”, mendustakan agama. Dan menyematkan kata “ Kufur” dan” sesat”, kepada kelompok yang tidak sehaluan.

2. Mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan Allah SWT.

Mereka senantiasa mengharuskan sesuatu yang sukar atas diri sendiri, dalam hal yang terdapat kemudahannya . Dan mewajibkannya atas orang lain, padahal Allah SWT. tidak mewajibkan itu atas mereka. Memang tidak ada larangan bagi seseorang berpegang pada yang lebih sukar atau yang lebih berat. Sebagai wujud tanda “ wara” dan” iktiyad” (hati -hati), Namun tak layak orang terus menerus dalam keadaan demikian. Sehingga di saat memerlukan kemudahan enggan melakukannya. Hal demikian bersebrangan dengan sabda nabi SAW.

“ Mudahkanlah olehmu dan jangan menyulitkan, gembirakanlah olehmu jangan menyulitkan. Gembirakanlah dan menyusahkan.”

3. Memperberat yang tidak pada tempatnya

Termasuk di antara perbuatan, meletakkan sesuatu pada proporsinya yang tidak sesuai dengan tempat dan zamannya. Seperti melakukannya di suatu negara yang bukan Islam dan bukan negara asal Islam atau orang baru bertaubat. Seperti :

  1. Sikap kasar dan keras
    Bersikap kasar, keras tidak berperangai halus dalam komunikasi dan dakwah. Adalah bertentangan dengan petunjuk Allah SWT. dan Rasul-Nya. Padahal Allah SWT. telah memerintah. Bila mengajak kepada ada-Nya dengan hikmah, bijaksana bukan dengan kekasaran dan kekerasan. (Qs. An -Nahl ayat 25).
  2. Buruk sangka terhadap manusia
    Buruk sangka terhadap orang lain serta memandang mereka dengan “kaca mata hitam” . menyembunyikan kebaikan mereka. Sementara membesar-besarkan keburukan mereka. Yang penting bagi dia menuduh. Padahal seharusnya dalam menuduh dan menetapkan kesalahan dengan segala yang ditetapkan oleh syari’ah maupun undang-undang negara. Yang seorang yang di tuduh itu dianggap tidak bersalah sehingga terbukti kesalahannya.
  3. Terjerumus ke jurang kekafiran
    Sikap Extrem akan mencapai puncaknya, ketika orang mengugurkan hak kehormatan orang lain dan menghalalakan jiwa dan harta mereka, serta tidak melihat hak mereka untuk diperlakukn secara adil dan mendapat jaminan keamanan.
    Sikap extrem secara sosial seperti ini sangat berbahaya apabila dilestarikan karena negeri ini sangat plural masyarakatnya.

Islam jalan tengah

Islam Hadir mengajak umat untyk menempuh jalan tengah dan melarang berbuat extrem. Islam jalan tengah yang dipolakan tidak mementingkan individualistik seperti komunis, dan juga tidak bersifat liberal seperti barat, tapi berada di tengah tengahnya. Inilah yang dinamakan oleh Allah SWT. sebagai jalan yang lurus ( Sirathal Mustaqim), diwujudkan dalam Sikap moderat , sesuai firman Allah SWT.:

Iklan


” Demikian kami jadikan kamu umat yang tengahan, supaya kamu menjadi saksi atas manusia” (Qs. Al-Baqarah: 43)

Sesuai Misinya Agama Islam diturunkan untuk rahmatan lil alamin, bukan untuk membuat garis pemisah antara sesama manusia yang bisa melahirkan sikap extrem. agama diturunkan menjadi kemaslahatan dan menolak kemafsadahan yang berisi paji-panji kedamaian, rasa kasih sayang antar sesama manusia. Menjalin hubungan harmoni dalam hidup bernegara, berbangsa dan beragama.


Sesuai firmannya :
“ Kami jadikan manusia berbangsa -bangsa dan bersuku-suku agar kamu mengenal” ( Qs. . Al Hujarat ayat 13)

Bahaya yang ditimbulkan dari sikap ektrem yang membabi buta akan menutup hati mereka melihat hakekat kebenaran, dan berdampak adanya perpecahan umat, kehancuran kerukunan, dan Keresan sosial, serta prasangka sosial. Islam hadir memberikan jalan tengah mengupayakan perdamaian, kerukunan yang dapat tercapai dengan menarik mereka yang extrem untuk bersikap moderat dengan mencari jalan tengah, sehingga tercapai Masyarakat yang harmoni, saling menghargai . saling menghormati mereka yang berbeda ras, agama, budaya, suku dalam wadah negara NKRI. Aksi Islam Agama jalan tengan bisa dalam diri kita, teman, keluarga, tetangga, sekolah, dan seluruh elemen Masyarakat.

Penulis: Syaifu Nu’man, S. Ag Penyuluh Agama Islam Kemenag kota Malang

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.