Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Bertumbuh, Berbagi, dan Menginspirasi: PKBM Fanana Insan Baksya Gelar Showcasing dan Diseminasi Sekolah Model 2026

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Menjadi sekolah model bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang siapa yang berani memulai, bersedia belajar, dan terus bertumbuh untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Showcasing dan Diseminasi Sekolah Model 2026 di PKBM Fanana Insan Baksya (FIB), Kota Malang.


Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap satuan pendidikan yang telah mengambil langkah nyata untuk berbenah, berinovasi, dan mengembangkan potensi lembaga. Lebih dari sekadar menampilkan hasil, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, membangun kolaborasi, serta menginspirasi satuan pendidikan lainnya agar terus bergerak menuju layanan pendidikan yang lebih berkualitas.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Dr. Desi Elvera Dewi, S.TP., M.M. dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Bapak Suwarjana, S.E., M.M., beserta staf; Kepala BBGTK Jawa Timur, Bapak Dr. Rizqi, S.Pd., M.Pd.; serta Bapak Joko Suryadi, S.Ag., M.Si. dari BBPPMPV BOE. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Pengawas Sekolah Dasar, Ibu Helina, dan pendamping sekolah model, Ibu Rani.


Belajar Melalui Pengalaman, Berkarya Melalui Potensi Rangkaian kegiatan diawali dengan praktik baik pembelajaran mendalam melalui Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang dimentori langsung oleh Bapak Hidayat. Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga diajak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar.


Sebanyak 15 anak juga mengikuti praktik keterampilan barista secara langsung. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan dari awal hingga akhir. Pengalaman ini menjadi gambaran bahwa pembelajaran yang bermakna dapat tumbuh ketika anak diberikan kesempatan untuk mencoba, mengalami, bereksplorasi, dan mengembangkan keterampilan sesuai potensinya.


Dari ruang belajar, rombongan kemudian diajak berkeliling mengenal berbagai ruang kreativitas di lingkungan FIB School of Talents. Mulai dari Laboratorium Desain Grafis, Ruang Berkarya Guru, Studio Podcast, Galeri Batik FIB, hingga pameran karya dan bazar yang disiapkan oleh anak-anak.


Beragam karya ditampilkan dengan penuh kebanggaan, mulai dari pernak-pernik gelang dan gantungan, desain busana, majalah karya anak, patung karakter dari clay, hingga video dan berbagai konten kreatif lainnya. Setiap karya menghadirkan cerita tentang proses belajar, keberanian mencoba, dan kesempatan bagi anak untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang layak dikembangkan.

Salah satu karya yang menarik perhatian Kepala BBGTK Jawa Timur, Bapak Dr. Rizqi, S.Pd., M.Pd., adalah permainan edukatif tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Menurut beliau, permainan tersebut menarik karena tidak hanya mengajak anak mengenal dan menerapkan tujuh kebiasaan baik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir dan bernalar melalui berbagai situasi yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


Beliau juga mendorong agar permainan tersebut diperbanyak dan disebarluaskan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak dan satuan pendidikan lainnya. Selain itu, FIB mendapatkan tantangan baru untuk mengembangkan permainan edukatif yang berkaitan dengan Pembelajaran Mendalam dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (PM-KKA), sebagai salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Usai berkeliling pameran, para tamu turut menyaksikan berbagai kegiatan dan kreativitas anak-anak FIB School of Talents. Ibu Dr. Desi Elvera Dewi tampak antusias berkomunikasi dan berbaur bersama anak-anak, menyaksikan aktivitas mereka, serta melihat secara langsung bagaimana ruang belajar dapat menjadi tempat tumbuhnya keberanian, kreativitas, dan potensi diri.


Momen ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana anak diberikan ruang untuk tumbuh, berekspresi, dan merasa dihargai. Diseminasi: Menumbuhkan Gerakan Bersama untuk Pendidikan yang Lebih Baik Setelah sesi showcasing, kegiatan dilanjutkan dengan diseminasi praktik baik yang diikuti kurang lebih 16 lembaga, terdiri atas PKBM, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan satuan pendidikan formal. Turut hadir perwakilan LP Ma’arif Kota Malang dan Kabupaten Malang, UMKM mitra, pemerintah setempat, serta orang tua dan wali murid yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan FIB.

Kegiatan diseminasi dibuka dengan penampilan biola oleh Narasya, siswa kelas VI SD, yang menghadirkan suasana hangat dan penuh apresiasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BBGTK Jawa Timur, perwakilan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Iklan


Dalam rangkaian sambutan tersebut, peserta diajak kembali melihat pentingnya peran PKBM dan SKB dalam ekosistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam memberikan akses dan layanan pendidikan bagi anak-anak yang belum terakomodasi secara optimal melalui jalur pendidikan formal.

Pendidikan nonformal memiliki ruang yang strategis untuk menghadirkan layanan belajar yang lebih fleksibel, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Karena itu, peningkatan mutu lembaga bukan hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah, pendidik, mitra, masyarakat, dan keluarga.


Pembahasan juga menyoroti pentingnya penerapan Pembelajaran Mendalam dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) dalam satuan pendidikan. Pendekatan pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu anak membangun pola pikir yang lebih kuat, mengembangkan kemampuan bernalar, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.


Suasana diseminasi semakin semarak dengan penampilan Vannya, siswa kelas VI SD, yang membawakan sebuah lagu. Penampilan anak-anak ini menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan FIB: setiap anak memiliki keunikan, dan tugas lembaga pendidikan adalah menyediakan ruang agar keunikan tersebut dapat berkembang menjadi potensi yang bermakna.

Sekolah Model Bukan tentang Kesempurnaan, Melainkan Keberanian untuk Bertumbuh Sesi utama diseminasi diisi dengan pemaparan praktik baik dan perkembangan pelaksanaan sekolah model di PKBM Fanana Insan Baksya oleh Kepala Sekolah FIB, Bapak Bambang Kuswiyanto, S.Pd.

Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa sekolah model tidak seharusnya dimaknai sebagai predikat bagi sekolah yang telah sempurna atau merasa paling unggul. Sebaliknya, sekolah model merupakan gambaran satuan pendidikan yang bersedia berproses, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki komitmen untuk terus memperbaiki layanan pembelajarannya.


Sekolah model adalah sekolah yang mau mendengarkan kebutuhan murid, berupaya memenuhi kebutuhan belajar mereka, serta membantu setiap anak menemukan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Cara pandang ini menjadi pesan penting dalam perjalanan FIB. Sebab, setiap lembaga memiliki tantangan, kondisi, dan titik awal yang berbeda. Yang terpenting bukan seberapa jauh sebuah lembaga telah melangkah dibandingkan lembaga lain, melainkan seberapa besar kemauan untuk terus belajar dan melakukan perbaikan.


Melalui proses pengembangan sekolah model, PKBM Fanana Insan Baksya berupaya membangun lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi anak untuk berkarya, bereksplorasi, mengembangkan keterampilan, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Praktik-praktik baik yang ditampilkan dalam kegiatan ini menjadi bukti proses tersebut. Mulai dari pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, keterampilan barista, pengembangan karya kreatif, pemanfaatan media edukatif, hingga keterlibatan anak dalam pameran dan bazar, semuanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang memberi pengalaman dan kesempatan nyata bagi peserta didik.

Iklan


Dari Satu Langkah Menjadi Gerakan Bersama
Bagi PKBM Fanana Insan Baksya, Showcasing dan Diseminasi Sekolah Model 2026 bukanlah garis akhir dari sebuah program, melainkan salah satu langkah dalam perjalanan panjang untuk terus bertumbuh. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pihak dalam satu ruang pembelajaran bersama. Ada praktik baik yang dapat dibagikan, gagasan baru yang dapat dikembangkan, kritik dan masukan yang dapat menjadi bahan refleksi, serta peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti.


Dukungan dari para pemangku kepentingan, keterlibatan mitra, kepercayaan orang tua, dan semangat anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pengembangan lembaga. Sebab, pendidikan yang berkualitas tidak dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kerja bersama yang berkelanjutan.

FIB berharap pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan ini dapat menginspirasi satuan pendidikan lain, baik PKBM, SKB, maupun sekolah formal, untuk berani memulai perubahan dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing. Tidak harus menunggu fasilitas yang sempurna atau program yang besar untuk melakukan perbaikan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, dengan berpijak pada kebutuhan anak, dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti.


Katua Yayasan Fanana Insan Baksya Bapak Drs Lukman Hakim, M.Pd juga menyampaikan rasa Syukur karena kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, beliau juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang sudah hadir dan mendukung semua kegiatan ini dengan baik. Ada banyak aktifitas dan kreatifitas yang ditampilkan oleh murid – murid, semoga FIB School of talents dapat membawa Amanah menjadi Sekolah Model SPNF Nasional yang bisa mengimbaskan dan jadi tempat inovasi, riset dan pengembangan diri bagi semua pihak.

Melalui semangat Showcasing dan Diseminasi Sekolah Model 2026, PKBM Fanana Insan Baksya mengajak seluruh satuan pendidikan untuk terus bergerak bersama, saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan menghadirkan pendidikan nonformal yang semakin berkualitas, inklusif, serta berdampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Foto profil Eko Rudianto
Eko Rudianto

Abdi, Adab, Aktif, Ajar, Amal

Lihat semua artikel oleh Eko Rudianto

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.