Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Sri Untari Ajak Pemuda Jatim Berdaulat Lewat Koperasi Multi Pihak

Sri Untari Bisowarno, M.A.P., bertepatan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10). Menyoroti tema nasional dari Kemenpora tahun ini, yakni

Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., saat menyampaikan gagasan penguatan ekonomi pemuda melalui Koperasi Multi Pihak.

Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., saat menyampaikan gagasan penguatan ekonomi pemuda melalui Koperasi Multi Pihak. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dijadikan sebagai titik tolak strategis bagi generasi muda di Jawa Timur untuk bertransformasi dari sekadar pekerja lepas (freelancer) menjadi pemilik ekosistem usaha yang mandiri. Hal tersebut ditegaskan secara langsung oleh Ketua Dewan Penasihat Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., bertepatan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10).

Menyoroti tema nasional dari Kemenpora tahun ini, yakni Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, Sri Untari menilai pesan tersebut merupakan sebuah otokritik sekaligus solusi konkret dalam memajukan potensi ekonomi pemuda di Jawa Timur. Meskipun Jatim dikenal sebagai lumbung pangan, sentra kopi, wilayah maritim, hingga pusat industri kreatif, kenyataannya sebagian besar talenta muda masih menduduki lapisan bawah rantai pasok.

“Petani muda kita di Jember, Banyuwangi, hingga Ngawi sangat produktif menghasilkan komoditas, namun nilai tambah ekonominya kerap diambil pihak luar. Barista muda di Malang dan Surabaya kerap menorehkan prestasi, tetapi kepemilikan usaha bukan di tangan mereka. Begitu pula konten kreator lokal yang mendulang jutaan penonton, platformnya tetap milik korporasi lain. Ini bukan karena pemuda kita tidak gigih, melainkan belum ada wadah kelembagaan yang mempertemukan mereka sebagai pemilik bersama,” tegas Sri Untari.

Baca juga: Sri Untari Dorong Koperasi Jatim Integrasikan AI hingga Bentuk Fakultas Koperasi

Iklan

Baca juga: Penanganan Karhutla Jatim Harus Holistik, Sri Untari: Padukan Teknologi dan Kearifan Lokal

Dorong Model Koperasi Multi Pihak untuk Putus Rantai Ketergantungan

Sebagai terobosan nyata, tokoh penggerak koperasi nasional ini menggugah kesadaran generasi muda untuk mengakselerasi pembentukan model Koperasi Multi Pihak (KMP) di berbagai sektor produktif di seluruh wilayah Jawa Timur. Kelembagaan ini dinilai mampu menyatukan produsen, tenaga kreatif, praktisi pemasaran digital, hingga pemodal muda dalam kedudukan yang setara.

“Koperasi Multi Pihak bukan koperasi konvensional. Di dalamnya petani, nelayan, barista, desainer, digital marketer, hingga investor muda duduk setara sebagai pemilik modal dan pengambil keputusan strategis. Mereka bukan lagi sekadar buruh atau mitra kerja yang rentan diputus kontrak sepihak. Model kolektif semacam ini telah terbukti berhasil di berbagai negara maju dalam menjaga ketahanan rantai pasok ekonomi kerakyatan,” jelas politisi senior tersebut.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa nilai-nilai patriotisme, kegigihan, serta empati di era modern harus diartikulasikan ke dalam bentuk kemandirian ekonomi. Patriotisme tercermin dari penguasaan rantai pasok daerah oleh anak negeri sendiri, kegigihan diwujudkan lewat keberanian merintis usaha kolektif yang tahan krisis, sementara empati diterapkan agar tidak ada pelaku usaha kecil yang tertinggal.

Targetkan Koperasi Percontohan di Setiap Wilayah Kultural Jatim

Menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada tahun 2028 mendatang, pihaknya secara aktif mendorong jajaran Dekopinwil Jatim beserta Dekopinda di 38 kabupaten/kota untuk merealisasikan minimal satu Koperasi Multi Pihak percontohan di setiap kawasan kultural. Wilayah tersebut meliputi kawasan Arek, Tapal Kuda, Mataraman, Pantura, hingga Madura.

“Dewan Penasihat Dekopinwil Jatim membuka pintu lebar bagi seratus anak muda pionir pertama di Jawa Timur yang siap ditempa menjadi perintis koperasi modern, bukan sekadar pencari kerja. Mari kita bersumpah kembali, bukan hanya untuk bersatu secara kebangsaan, melainkan juga berdaulat dan berdaya bersama secara ekonomi,” pungkas Sri Untari menutup pesannya. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.