MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali sukses mendaulat diri sebagai tuan rumah perhelatan akbar bertaraf internasional, Ahmad Dahlan Youth International Camp (ADIYC) 2026. Mengusung tema utama “Youth in Actions, Leading Change, Creating Impacts”, ajang tahunan yang telah menginjak edisi keempat ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2026 ini dipusatkan di dua lokasi berbeda, yakni area kampus UMM serta berlanjut di kawasan konservasi alam Pujon Hill, Kabupaten Malang.
Ketua Panitia ADIYC 2026, Very Kurnia Aditama, M.Pd., menjelaskan bahwa tahun ini acara diikuti secara antusias oleh 265 peserta dari 28 PTMA di seluruh penjuru Nusantara. Istimewanya, perhelatan ini juga dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa internasional lintas benua, mulai dari Gambia, Sierra Leone, Myanmar, Vietnam, hingga Taiwan.
“Tujuan utama forum ini adalah menciptakan wadah inklusif agar para pemuda bisa berkumpul, berkompetisi, berkolaborasi, serta berdiskusi merumuskan inisiatif solusi atas berbagai permasalahan global,” ujar Very.

Fokus Isu Global dan Aksi Nyata Berbasis SDGs
Rangkaian acara ADIYC 2026 dikemas secara komprehensif melalui kompetisi pembuatan poster digital, presentasi gagasan, hingga Focus Group Discussion (FGD) mendalam guna membedah isu-isu strategis Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemilihan kawasan Pujon Hill UMM seluas 78 hektar sebagai lokasi perkemahan bukan tanpa alasan. Sebagai laboratorium alam dan hutan pendidikan di hulu DAS Brantas, kawasan ini menjadi percontohan nyata pelestarian lingkungan yang sejalan dengan semangat SDGs. Selain itu, para peserta juga dibekali lokakarya manajemen stres untuk menjaga kesehatan mental, serta malam unjuk bakat kreatif lintas kelompok.
Momentum kegiatan ini turut diselaraskan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui seremonial khusus. Hal ini menjadi sarana edukatif bagi mahasiswa asing untuk mengenal lebih dekat sejarah, tradisi, dan indahnya keberagaman di Indonesia.
“Sebagai tindak lanjut, kami memberikan tantangan selama tujuh hari pasca-acara guna melihat wujud nyata serta implementasi gagasan apa yang berhasil mereka terapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitarnya,” tegas Very.
Antusiasme Tinggi Mahasiswa Internasional di Malang

Kesan mendalam turut dirasakan oleh Yifan Fan, mahasiswa asing asal Taiwan dari Jurusan Asia Tenggara. Ia mengaku sangat bersyukur bisa berpartisipasi dan berkolaborasi bersama ratusan mahasiswa lainnya di Malang.
“Saya merasa sangat senang sekali karena mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai kota. Walaupun terkadang masih ada sedikit kendala dari sisi komunikasi, semuanya tetap berjalan menyenangkan,” ungkap Yifan yang sudah mahir berbahasa Indonesia.
Melalui penyelenggaraan ADIYC 2026, UMM berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi untuk memberikan dampak positif bagi peradaban global.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.