Langsung ke konten
Jumat, 9 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Putra Daerah Lamongan Bawa Pulang Bronze Medal dari Kompetisi Internasional THE SEVENTH ACEC: International Student Competition

Achmad Faried Irfany, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas

Poster ucapan selamat dan sukses kepada Achmad Faried Irfany (mahasiswa PPKn UNESA asal Lamongan) bersama dosen pembimbing Rianda Usmi, S.Pd., M.Pd. atas raihan Bronze Medal kategori Scientific Oration Video dalam ajang THE SEVENTH ACEC: International Student Competition 2026.

Poster ucapan selamat dan sukses kepada Achmad Faried Irfany (mahasiswa PPKn UNESA asal Lamongan) bersama dosen pembimbing Rianda Usmi, S.Pd., M.Pd. atas raihan Bronze Medal kategori Scientific Oration Video dalam ajang THE SEVENTH ACEC: International Student Competition 2026.

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Lamongan di kancah internasional. Achmad Faried Irfany, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Scientific Oration Video dalam THE SEVENTH ACEC: International Student Competition 2026 Di Univeristas Sebelas Maret Solo.

Prestasi tersebut diraih Faried melalui proses persiapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dalam kompetisi tersebut, ia mengangkat isu kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship). Topik tersebut dipilih untuk menyampaikan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab warga negara terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Faried tidak hanya mempersiapkan materi yang akan disampaikan, tetapi juga berusaha memperdalam isu yang diangkat agar gagasan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Proses persiapan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berani membawa isu kewarganegaraan ke tingkat internasional.

Baca juga: FTIK UIN Malang Perkuat Internasionalisasi, Sambut Delegasi Universiti Malaya dalam International Program

Baca juga: Mahasiswa FITK UIN Malang Raih Juara 1 Trunojoyo International Essay Competition 2026

Setelah berhasil meraih Bronze Medal, Faried mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyadari bahwa prestasi yang diraih tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen pembimbing dan keluarga yang terus memberikan arahan, doa, serta motivasi selama proses mengikuti kompetisi.

“Tentunya saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Saya juga berterima kasih kepada dosen pembimbing yang selalu mengarahkan selama proses persiapan. Terima kasih juga kepada ayah dan ibu yang selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi,” ujar Faried.

Iklan

Bagi Faried, pencapaian tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan. Raihan Bronze Medal justru menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan kembali mengikuti berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Ia berharap ke depan dapat terus memberikan prestasi sekaligus membawa nama Lamongan dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ke kancah yang lebih luas. Menurutnya, prestasi mahasiswa tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengharumkan nama daerah, almamater, dan Indonesia.

“Harapannya tentu jangan sampai berhenti di sini. Saya ingin terus belajar, terus bersaing, dan berusaha membawa serta membanggakan nama Lamongan dan UNESA di kancah internasional,” ungkapnya.

Dari Lamongan, berproses di UNESA, dan berprestasi di panggung internasional. Langkah Faried menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah memiliki kesempatan untuk bersaing, membawa gagasan, serta mengharumkan nama daerah dan almamater hingga ke tingkat internasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.