Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

FTAB UB Kembangkan Biopelet Ampas Tebu Ekspor Bersama BRIN

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mengambil langkah progresif dalam mendukung

Prototipe kemasan produk biopelet ampas tebu dan tongkol jagung hasil kolaborasi FTAB UB dan BRIN.

Prototipe kemasan produk biopelet ampas tebu dan tongkol jagung hasil kolaborasi FTAB UB dan BRIN. (Foto: Humas UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mengambil langkah progresif dalam mendukung transisi energi hijau melalui kolaborasi strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 yang berlangsung dari 1 Mei hingga 1 Desember 2026, tim periset mengembangkan prototipe biopelet berbahan dasar ampas tebu (bagasse) sebagai bahan bakar barbekyu berorientasi ekspor.

Ketua tim DOKAR FTAB UB, Nimas Mayang Sabrina S., STP., MP., Ph.D., mengungkapkan bahwa inisiatif ini digagas untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi limbah agroindustri yang melimpah.

“Kami ingin mengubah limbah ampas tebu yang melimpah menjadi produk energi terbarukan yang bernilai tambah dan memiliki daya saing ekspor. Kolaborasi dengan BRIN memberikan penguatan kepakaran untuk memastikan kualitas produk sesuai standar nasional dan internasional,” ujar Nimas Mayang.

Baca juga: FTAB UB dan BRIN Teken Kerja Sama Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan

Baca juga: Mahasiswa FTAB UB Borong Dua Medali di Kompetisi Internasional Rusia

Kolaborasi Riset Internasional dan Standarisasi Mutu Global

Proyek riset ini melibatkan kolaborasi lintas institusi yang diperkuat oleh pakar dari Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN, Dr. Ir. Hariana, M.M., beserta jajaran timnya, serta keterlibatan aktif mahasiswa melalui skema mobilitas riset.

Iklan

Dalam perumusannya, tim memadukan ampas tebu dengan limbah tongkol jagung serta perekat tepung tapioka. Nimas menjelaskan bahwa seluruh formulasi tersebut diuji secara ketat berdasarkan karakteristik fisik, kimia, serta performa pembakaran dengan mengacu pada SNI 8675:2018 dan standar internasional ISO 17225-6:2021.

Menanggapi sinergi tersebut, perwakilan Tim BRIN, Dr. Ir. Hariana, M.M., menyambut antusias hilirisasi riset energi terbarukan ini. Ia menilai bahwa limbah tebu menyimpan potensi nilai kalor yang sangat tinggi untuk diolah menjadi biopelet berkualitas ekspor apabila diformulasikan secara tepat.

Hilirisasi Produk dan Integrasi Pencapaian SDGs Selain menghasilkan

Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa prototipe biopelet seberat 1 kg dalam kemasan stand-up pouch kraft paper, program ini juga difokuskan pada perlindungan kekayaan intelektual berupa paten serta penguatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) jangka panjang antara UB dan BRIN.

Inovasi ini dinilai sejalan dengan komitmen global terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Mulai dari SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penyediaan alternatif arang ramah lingkungan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat inovasi TTG, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan ekonomi sirkular pemanfaatan limbah, hingga SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Pengembangan inovasi ini juga dilanjutkan melalui program UB Student Academic Research Scheme (UB STARS) yang melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Industri Pertanian FTAB UB, Meiliza Ananta Dhira.

“Keterlibatan mahasiswa dalam DOKAR dan UB STARS ini menjadi pengalaman riset yang sangat berharga karena kami terlibat langsung dari pengembangan prototipe hingga evaluasi mutu untuk pasar ekspor,” pungkas Meiliza.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.