MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi di tengah disrupsi zaman dituntut untuk bergerak cepat melakukan transformasi menyeluruh agar tetap relevan dengan dinamika perekonomian global. Pemanfaatan teknologi mutakhir, pembaruan tata kelola yang adaptif bagi generasi muda, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama kebangkitan koperasi di era modern.
Hal tersebut ditegaskan oleh Tokoh Koperasi Nasional yang juga Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., dalam agenda Pelatihan Menuju Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi se-Jawa Timur. Menurutnya, modernisasi koperasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak.

Wajib Integrasikan AI dan Rangkul Generasi Muda
Sri Untari menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta digitalisasi wajib terintegrasi penuh ke dalam seluruh rantai kegiatan operasional dan bisnis perkoperasian agar tata kelola semakin efisien dan berdaya saing tinggi.
Baca juga: Geber Digitalisasi Layanan, Koperasi SBW Malang Gelar Rapat K2D Bersama Sri Untari
“Koperasi harus bertransformasi mengikuti perkembangan dunia baru. Digitalisasi dan integrasi AI harus masuk ke seluruh aspek kegiatan perkoperasian agar tata kelola semakin efisien, transparan, dan berdaya saing tinggi,” tegas Sri Untari.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi menarik minat generasi milenial dan Gen Z ke dalam ekosistem koperasi melalui pembaruan model kelembagaan yang kolaboratif dan inovatif—seperti model KMP—sebagai ruang gerak produktif bagi talenta muda yang diintegrasikan secara strategis dengan koperasi yang sudah berjalan (existing).
Sinergi Akademisi Menuju Pembentukan Fakultas Koperasi
Tak kalah penting, Sri Untari turut mendorong Dekopin untuk memperkuat sinergi bersama dunia akademisi. Kolaborasi bersama perguruan tinggi dinilai sangat krusial guna melahirkan program studi khusus perkoperasian yang berorientasi masa depan, dengan target jangka panjang berkembang menjadi fakultas koperasi.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini fundamental untuk memastikan regenerasi kader dan kepemimpinan koperasi yang berwawasan ilmiah serta profesional. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi SKKNI ini sendiri diikuti oleh para calon pemandu Lapenkop se-Jawa Timur serta jajaran pengurus dan pengawas koperasi demi mencetak pengelola yang kompeten dan kredibel berstandar nasional.
Agenda strategis tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh gerakan koperasi, di antaranya Ketua Harian Dekopin Pusat Priskianto, MBA; Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Pendidikan Sarjono Amsan; Ketua Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto; Ketua Dewan Penasihat Dekopinwil Jawa Timur; jajaran pimpinan Dekopinda se-Malang Raya; serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.