Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Kolom

Hujan Kita Rindukan, Banjir Tak Kita Harapkan

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Setelah kemarau panjang, hujan akhirnya kembali menyapa Kota Malang. Meski belum turun dengan intensitas tinggi, kehadirannya

Beny Miftahul Arifin

Beny Miftahul Arifin (Foto: Istimewa)

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Setelah kemarau panjang, hujan akhirnya kembali menyapa Kota Malang. Meski belum turun dengan intensitas tinggi, kehadirannya membawa kesejukan yang telah lama dirindukan. Aroma tanah yang basah dan udara yang mulai sejuk menjadi pertanda bahwa musim penghujan segera tiba.

Namun, di balik kerinduan terhadap hujan, tersimpan sebuah harapan: semoga musim penghujan kali ini tidak kembali menghadirkan genangan dan banjir di berbagai sudut Kota Malang.

Hujan pertama ini mungkin belum cukup untuk menguji kemampuan drainase kota. Namun, kehadirannya menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu memastikan seluruh infrastruktur pengendalian air telah siap menghadapi peningkatan curah hujan.

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Kritik Tata Kelola Penanganan Karhutla Kalimantan

Baca juga: Dialog Legislatif di Pasuruan, Aspirasi Masyarakat Didorong Perkuat Sarana Madrasah

Pertanyaannya, selama kemarau panjang kemarin, sudahkah saluran drainase dibersihkan? Sudahkah sedimentasi dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air ditangani? Bagaimana dengan titik-titik yang selama ini rawan mengalami genangan?

Pertanyaan tersebut penting karena banjir perkotaan tidak selalu disebabkan oleh tingginya curah hujan. Kapasitas drainase yang terbatas, tersumbatnya saluran air, serta berkurangnya kawasan resapan akibat pembangunan juga dapat memperbesar risiko genangan.

Terlebih, Kota Malang terus mengalami perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi. Bertambahnya bangunan serta permukaan tanah yang tertutup beton dan aspal perlu diimbangi dengan sistem drainase yang memadai.

Iklan

Karena itu, kemarau seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan pencegahan, bukan menunggu hujan datang baru memulai penanganan.

Pemerintah Kota Malang perlu memastikan kesiapan drainase melalui pemeliharaan berkala, pemetaan kawasan rawan genangan, serta evaluasi terhadap pembangunan yang berpotensi mengurangi daerah resapan air.

Masyarakat pun memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, persoalan banjir membutuhkan kepedulian bersama, meskipun tanggung jawab penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur tetap berada pada pemerintah sesuai kewenangannya.

Kita tentu tidak dapat mengendalikan kapan dan seberapa deras hujan turun. Namun, kita dapat mempersiapkan kota agar mampu menghadapi kedatangannya.

Hujan adalah berkah yang kita rindukan. Jangan sampai kedatangannya justru berubah menjadi kekhawatiran karena kelalaian dalam mempersiapkan kota.

Semoga musim penghujan kali ini benar-benar membawa kesejukan, bukan genangan yang kembali menyusahkan.

Sebab hujan kita rindukan, tetapi banjir tak pernah kita harapkan.

Beny Miftahul Arifin

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.