PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Aspirasi guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat perlu menjadi pijakan dalam memperjuangkan ketersediaan sarana belajar madrasah. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Dialog Legislatif yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Senin (26/10/2026), di Pasuruan.
Kegiatan yang bermitra dengan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut menghadirkan anggota DPR RI Komisi VIII, H. Syaiful Nuri, serta Ketua Unit Laboratorium Riset dan Pengabdian Masyarakat FTIK UIN Malang, Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si.
Forum bertema Menyalurkan Aspirasi Masyarakat untuk Sarana Belajar Madrasah ini menjadi ruang dialog antara masyarakat, kalangan akademisi, dan pemangku kebijakan untuk mengangkat kebutuhan fasilitas pendidikan madrasah.
Baca juga: Serap Aspirasi Warga, Babinsa Wonokoyo Ajak Masyarakat Perkuat Kewaspadaan Kamtibmas
Baca juga: Gandeng Anggota DPR RI, FTIK UIN Malang Bahas Sinergi Tokoh Masyarakat dan Madrasah di Pasuruan
Ketersediaan sarana belajar menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas pembelajaran. Fasilitas yang memadai tidak hanya membantu guru mengoptimalkan proses pengajaran, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Dalam konteks itu, kehadiran unsur legislatif diharapkan membuka ruang komunikasi agar berbagai persoalan dan kebutuhan madrasah yang disampaikan masyarakat dapat memperoleh perhatian dalam proses pengambilan kebijakan.
Keterlibatan akademisi FTIK UIN Malang turut memperkuat dimensi keilmuan dan pengabdian masyarakat dalam forum tersebut. Melalui riset dan pengabdian, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi lembaga pendidikan.
Seminar ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah tidak cukup hanya bertumpu pada kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik. Dukungan sarana dan prasarana membutuhkan perhatian serta kolaborasi berbagai pihak.
Melalui program Ngopi, FTIK UIN Malang mendorong penguatan sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemangku kebijakan agar aspirasi pendidikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi pertimbangan dalam mendorong perbaikan layanan pendidikan Islam.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.