MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebanyak delapan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM sukses memborong gelar juara pertama dalam ajang bergengsi 4th International Indonesia Open yang dihelat di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada 16 hingga 22 September 2026.
Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh PERSILAT bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) ini terbilang sangat kompetitif. Pasalnya, ajang tersebut diikuti oleh sekitar 2.000 peserta dari berbagai kelompok usia dan mempertandingkan tiga kategori utama, yakni festival, seni, dan tanding.
Dominasi Kategori Seni dan Tanding
Dalam ajang tersebut, para atlet kebanggaan UMM menunjukkan taringnya di berbagai nomor. Pada kategori seni, Nurmalita Aulia sukses mengamankan juara pertama seni tunggal putri. Prestasi serupa diraih oleh pasangan Balqies Al Mulkiyah dan Rosydatul Hasanah yang keluar sebagai juara pertama seni ganda putri, serta M. Azwin Kurniawan bersama Muhammad Allam Imaddudin Zaki di nomor seni ganda putra.
Baca juga: Mahasiswa FTAB UB Borong Dua Medali di Kompetisi Internasional Rusia
Sementara itu, dominasi juga berlanjut pada kategori tanding. Nurdin Doni Tupen Al-Rusli berhasil menjadi juara pertama kelas F putra, disusul Kelvin Putra Mahendra sebagai juara pertama kelas G putra, dan Jeryfer Rinda Salshabilla yang menyabet juara pertama kelas D putri. Hasil gemilang ini memastikan delapan mahasiswa UMM berdiri di podium tertinggi pada kategori masing-masing.
Latihan Intensif dan Dukungan Penuh Kampus
Keberhasilan luar biasa ini tentu tidak diraih dengan instan. Para atlet harus menjalani persiapan dan latihan intensif yang ketat jauh hari sebelum kompetisi dimulai untuk menempa fisik, teknik, dan mental bertanding.
Salah satu atlet peraih juara, Kelvin Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya telah menggembleng diri sejak akhir Juli 2026. Menurutnya, menu latihan berat dilakukan setiap hari demi menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.
“Untuk persiapan, kami latihan rutin setiap hari dua kali dengan intensitas tinggi, mulai dari mental hingga fisik. Latihan sudah dimulai sejak akhir Juli 2026 untuk mengasah kemampuan fisik maupun aerobik atlet,” ujar Kelvin.
Ia juga menambahkan bahwa atmosfer kompetisi yang mempertemukan banyak pesilat berpengalaman menjadi tantangan tersendiri sekaligus ajang untuk menguji mental bertanding di arena internasional.
“Banyak atlet yang keren dan jago. Saya juga harus menyesuaikan diri dari segi mental dan berani menerobos rintangan, termasuk melawan semua tantangan yang ada,” tambahnya.
Tidak hanya kerja keras para atlet, kesuksesan ini juga ditopang oleh dukungan moral maupun material secara penuh dari pihak universitas. Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., bahkan turun langsung hadir di Jakarta untuk memberikan suntikan semangat kepada para atlet yang sedang bertanding.
Melalui raihan delapan medali emas ini, pihak kampus berharap agar prestasi tersebut dapat menjadi pelecut semangat bagi anggota UKM Tapak Suci UMM lainnya untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama almamater di kancah global.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.