Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

FTIK UIN Malang Dorong Orang Tua Kuasai Literasi Digital untuk Dampingi Belajar Anak

Pendampingan belajar anak di rumah membutuhkan lebih dari sekadar perhatian orang tua

Pemaparan materi dari Syaiful Nuri

Pemaparan materi dari Syaiful Nuri (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Pendampingan belajar anak di rumah membutuhkan lebih dari sekadar perhatian orang tua. Di tengah derasnya arus informasi digital, keluarga juga dituntut memiliki kecakapan memilah sumber belajar, mengarahkan penggunaan teknologi, dan menjaga anak dari dampak negatif aktivitas daring.

Persoalan tersebut menjadi fokus kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) melalui Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam bertema Pengabdian Masyarakat: Literasi Digital untuk Pendampingan Belajar di Rumah, yang digelar di Pasuruan, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan mitra Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Forum tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Syaiful Nuri, dan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Mohammad Miftahusyaian, M.Sos., sebagai pemateri.

Baca juga: Mahasiswa PBA UIN Malang Praktik Mengajar di MTsN 2, Terapkan Pembelajaran Bahasa Arab Humanistik

Baca juga: Guru Besar PBA UIN Malang Perkenalkan Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis AI di Universitas Jambi

Kegiatan ini mengangkat pentingnya keterlibatan keluarga dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Orang tua tidak cukup hanya menyediakan perangkat digital bagi anak, tetapi juga perlu memahami cara memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran yang aman dan produktif.

Literasi digital dalam konteks pendidikan mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Kecakapan tersebut diperlukan agar anak tidak sekadar menjadi konsumen konten digital, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Dalam pendampingan belajar di rumah, orang tua juga memiliki peran membangun kebiasaan belajar, mengatur penggunaan perangkat digital, serta menciptakan komunikasi yang terbuka dengan anak. Berbagai sumber belajar seperti video edukasi, buku digital, dan aplikasi pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar, sepanjang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak.

Iklan

Pendekatan ini menempatkan keluarga bukan sekadar sebagai pengawas penggunaan gawai, melainkan sebagai pendamping yang membantu anak mengenali manfaat sekaligus memahami risiko teknologi. Keseimbangan antara aktivitas digital, belajar, bermain, dan beristirahat juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar yang sehat.

Bagi FTIK UIN Malang, kegiatan Ngopi menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pendidikan yang berkembang di masyarakat. Melalui pengabdian masyarakat, pengetahuan akademik diharapkan tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterhubungan antara sekolah dan keluarga. Guru berperan memperkuat kualitas pembelajaran, sementara orang tua mendukung keberlanjutan proses pendidikan melalui pendampingan di rumah.

Di tengah transformasi digital, kecakapan keluarga dalam mendampingi anak menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.