SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pelatihan vokasi bagi kelompok rentan dinilai tidak boleh lagi berakhir sebatas seremoni sertifikasi tanpa kepastian penyerapan kerja. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menginisiasi langkah konkret dengan membuka akses kerja sektor formal bagi sebanyak 32 penyandang disabilitas lewat pelatihan yang dirancang presisi sesuai kebutuhan industri.
Langkah strategis ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Di wilayah Jawa Timur, implementasi program terbagi merata di dua titik, yakni 16 peserta didampingi melalui Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (GADISKU) Surabaya, serta 16 peserta lainnya difasilitasi oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan di bawah naungan Disnaker Kabupaten Lumajang.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menegaskan bahwa orientasi pelatihan masa kini harus memberikan kompas yang jelas bagi para peserta begitu masa pembekalan rampung. Baginya, peningkatan keahlian mutlak harus dibarengi dengan kepastian saluran kerja yang nyata.
Baca juga: Komisi E DPRD Jatim Dorong Sahkan Perda Disabilitas Baru: Kuota ASN 2 Persen Wajib Dipenuhi
“Konsepnya tidak sekadar pelatihan. Pelatihan untuk disabilitas sudah banyak, tetapi setelah itu mereka mau dikemanakan?” tegas Sigit saat menyoroti pentingnya jaminan penempatan pascapelatihan.
Ia menambahkan, pihak penyelenggara secara proaktif memetakan kebutuhan riil dunia usaha dan industri terlebih dahulu. Setelah kualifikasi perusahaan teridentifikasi, para peserta kemudian dilatih keterampilan spesifik yang relevan agar peluang mereka diterima serta bertahan dalam iklim kerja sektor formal semakin terbuka lebar.
Guna menjawab kebutuhan pasar tersebut, Direktur GADISKU, Edy Cahyono, memaparkan bahwa pelatihan bagi peserta di Surabaya menitikberatkan pada tiga bidang keahlian potensial, mulai dari pemasaran digital (digital marketing), keahlian barista, hingga keterampilan pembuatan batik.
Ia menuturkan, pembekalan komprehensif ini diarahkan agar teman-teman disabilitas mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus memupuk kepercayaan diri sosial mereka secara berkelanjutan.
Di sisi lain, kehadiran ULD Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang turut menjadi jembatan penting dalam memperluas jangkauan kesempatan di luar kawasan metropolitan.
ULD aktif bertindak sebagai penghubung antara potensi talenta disabilitas dengan kriteria formasi di perusahaan, sembari terus mengawal proses adaptasi mereka memasuki dunia kerja profesional.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sinergi multi-pihak antara pemerintah, BAZNAS, ULD, lembaga pelatihan kerja, serta kalangan dunia usaha ini terus diperkokoh. Dengan rantai pasok ketenagakerjaan yang terhubung langsung pada kebutuhan riil industri, para penyandang disabilitas di Jawa Timur kini dapat menatap asa baru untuk meraih hak, kesempatan setara, dan penghasilan yang layak di sektor formal.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.