PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan membicarakan persoalan sampah, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat itulah yang diusung dalam kegiatan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) SUSBANPIM IX Makassar melalui gerakan “Sadar Peduli Lingkungan: Pembuatan Ecobrick & EcoEnzyme Green Power”, yang digelar di Kantor PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari pemenuhan salah satu syarat kelulusan kaderisasi SUSBANPIM IX Makassar atas nama Ahmad Nuris Sibyan. Program ini sekaligus menjadi ruang edukasi dan praktik bersama untuk meningkatkan kesadaran kader, pelajar, serta masyarakat dalam mengelola sampah plastik dan limbah organik rumah tangga.
Sebanyak 120 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 50 kader Banser se-Satkorcab Kabupaten Pasuruan, 35 warga Desa Plososari, serta 36 siswa dan siswi SMK Negeri 1 Wonorejo.Sejumlah tokoh dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Zulkarnaen Machmud, Wasekjen Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat GP Ansor; Kosim, Kasatkorcab Banser Kabupaten Pasuruan; Woko Handoyo, Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan; jajaran Kasatkoryon se-Kabupaten Pasuruan; jajaran Skolat Pelatih Banser; serta perwakilan Lembaga PJLH (Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup), TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air), dan Yayasan Cempaka.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa persoalan sampah, khususnya plastik, tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Sampah plastik yang sulit terurai dapat menumpuk, mengganggu keindahan lingkungan, menimbulkan bau, serta menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme. Namun, melalui pengelolaan yang tepat, sampah yang semula dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah ecobrick, yakni pemanfaatan sampah plastik yang telah dipotong atau dipadatkan ke dalam botol plastik hingga menjadi material yang dapat digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan ecoenzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik dapur seperti kulit buah dan sayuran dengan campuran air serta gula merah atau molase. Pemanfaatan kedua metode tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari sekadar membuang sampah menjadi memilah, mengolah, dan memanfaatkannya kembali.
Program gerakan sadar peduli lingkungan ini tidak hanya dilaksanakan dalam satu kegiatan. Rangkaian sosialisasi dan praktik pembuatan ecobrick serta ecoenzyme telah berlangsung sejak Juli hingga September 2026 di sejumlah lokasi.Kegiatan diawali pada 10 Juli 2026 bersama kader Banser se-Satkorcab Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, sosialisasi dilakukan di SMK Negeri 1 Wonorejo pada 20 Juli 2026, kemudian dilanjutkan pada 30 Juli 2026 di Balai Desa Plososari bersama masyarakat setempat.
Memasuki pertengahan Agustus hingga September, kegiatan dikembangkan melalui dialog dan Forum Group Discussion (FGD) bersama sejumlah lembaga terkait, termasuk PJLH dan TKPSDA. Forum tersebut menjadi bagian penting untuk menggali potensi dan manfaat ecobrick serta ecoenzyme agar tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat.
Ahmad Nuris Sibyan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam menghadapi pencemaran akibat sampah plastik dan limbah rumah tangga. “Melalui pembuatan ecobrick dan ecoenzyme, kami ingin mendorong lahirnya budaya ecopreneurship, yaitu bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi yang aplikatif mengenai pengelolaan sampah, sekaligus membentuk kader dan masyarakat yang lebih peka terhadap persoalan lingkungan.Ia juga berharap terbangun kolaborasi yang semakin luas antara kader, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah maupun lembaga terkait lainnya dalam mengembangkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan. “Harapannya, pelatihan ini tidak berhenti pada pengetahuan saja, tetapi memberikan dampak dan manfaat nyata. Kita ingin membangun kepedulian bersama agar lingkungan tetap lestari, aman, sekaligus mendorong pola hidup yang lebih hemat energi,” tambahnya.
Ahmad Nuris Sibyan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Eddy Paripurna, Anggota DPRD Jawa Timur, yang menurutnya telah memberikan arahan dan masukan kepada kader Banser Kabupaten Pasuruan dalam pengembangan kegiatan tersebut. “Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan kemanfaatan bersama, sekaligus menghadirkan nilai-nilai positif bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mengubah cara masyarakat memandang sampah. Ketika sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus segera dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan, maka upaya menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. (Amin)







Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.