Langsung ke konten
Rabu, 30 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

UB Kenalkan Kultur Jaringan kepada 121 Siswa SMP Kristen Petra Kediri melalui Edu Trip

Sebanyak 121 siswa SMP Kristen Petra Kediri berkesempatan merasakan langsung pengalaman belajar di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Edu Trip ke

Sebanyak 121 siswa dan guru pendamping SMP Kristen Petra Kediri berfoto bersama membentangkan spanduk Edu Trip di Hall Gedung Fakultas STeM, Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 121 siswa dan guru pendamping SMP Kristen Petra Kediri berfoto bersama membentangkan spanduk Edu Trip di Hall Gedung Fakultas STeM, Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (23/9/2026). (Foto: Humas FSTeM UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Belajar sains tidak hanya dapat dilakukan melalui buku. Sebanyak 121 siswa SMP Kristen Petra Kediri berkesempatan merasakan langsung pengalaman belajar di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Edu Trip ke Fakultas STeM, Universitas Brawijaya, Rabu (23/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para siswa dan guru mengikuti kegiatan pengenalan sekaligus praktikum kultur jaringan tumbuhan di Hall Gedung FSTeM, Universitas Brawijaya. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para siswa untuk mengenal salah satu teknik bioteknologi yang sebelumnya lebih banyak mereka pelajari melalui buku dan materi di kelas.

Sebelum memulai praktikum, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar kultur jaringan tumbuhan yang disampaikan oleh Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc. dari Departemen Biologi. Materi pengantar tersebut memberikan pemahaman mengenai prinsip perbanyakan tanaman secara in vitro, pentingnya kondisi steril, serta tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan kultur jaringan.


Setelah pembekalan, para siswa langsung mengikuti sesi praktikum yang meliputi persiapan bahan dan inokulasi eksplan daun. Dengan didampingi mahasiswa Departemen Biologi Universitas Brawijaya, setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk melakukan tahapan praktikum secara langsung.

Dosen Departemen Biologi UB, Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc., memaparkan materi dasar kultur jaringan tumbuhan di hadapan siswa SMP Kristen Petra Kediri sebelum memulai sesi laboratorium
Dosen Departemen Biologi UB, Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc., memaparkan materi dasar kultur jaringan tumbuhan di hadapan siswa SMP Kristen Petra Kediri sebelum memulai sesi laboratorium (Foto: Humas FSTeM UB)

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat ketika mulai melakukan inokulasi eksplan. Mereka juga dituntut untuk bekerja dengan teliti dan berhati-hati, terutama karena dalam proses tersebut digunakan lampu spiritus untuk mendukung proses kerja secara aseptik.


Pendampingan dari para mahasiswa Departemen Biologi turut membuat kegiatan semakin menarik. Selain membantu siswa dalam melakukan setiap tahapan praktikum, para mahasiswa juga menjadi teman berdiskusi bagi siswa yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kultur jaringan, kegiatan laboratorium, maupun pengalaman belajar di perguruan tinggi.Baca juga: Implementasi Probiotik di Tambak Segoro Tambak Dukung Produktivitas Perikanan serta Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14: Life Below WaterBaca juga: Perkuat Integritas, MAN 2 Kota Malang Dapat Pendampingan IEPK dan Risk Register Fraud dari Itjen Kemenag RI

Didampingi mahasiswa Departemen Biologi UB, para siswi SMP Kristen Petra Kediri mempraktikkan proses inokulasi eksplan daun secara aseptik dalam pelatihan kultur jaringan di UB.
Didampingi mahasiswa Departemen Biologi UB, para siswi SMP Kristen Petra Kediri mempraktikkan proses inokulasi eksplan daun secara aseptik dalam pelatihan kultur jaringan di UB. (Foto: Humas FSTeM UB)

Kepala SMP Kristen Petra Kediri, Christina Setiawati, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Edu Trip ini diharapkan dapat memperluas wawasan siswa, khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami hal-hal yang selama ini mungkin hanya mereka lihat melalui buku maupun pembelajaran di kelas. Melalui kunjungan ke universitas, siswa juga dapat memperoleh gambaran mengenai suasana belajar dan kegiatan akademik di perguruan tinggi sejak dini.

Iklan

Kegiatan Edu Trip ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran sains yang menyenangkan, tetapi juga menjadi jembatan antara pendidikan sekolah dan perguruan tinggi. Melalui pengalaman praktikum secara langsung, siswa dapat melihat bahwa ilmu biologi terus berkembang dan memiliki beragam penerapan, termasuk dalam bidang bioteknologi tumbuhan.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 – Quality Education, khususnya dalam memperluas akses terhadap pengalaman pendidikan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas STeM Universitas Brawijaya turut membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal sains secara lebih dekat, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membangun ketertarikan terhadap dunia pendidikan tinggi dan penelitian sejak usia sekolah.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.