Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Tim MRA MAN 2 Kota Malang Sharing Praktik Baik di MIN 1 Kota Malang, Perkuat Kolaborasi Madrasah Ramah Anak

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Madrasah Ramah Anak (MRA) MAN 2 Kota Malang melaksanakan kunjungan dan sharing praktik baik pengembangan Madrasah Ramah Anak

Tim Madrasah Ramah Anak (MRA) MAN 2 Kota Malang saat melaksanakan kunjungan dan sharing praktik baik pengembangan MRA di Ruang Meeting MIN 1 Kota Malang.

Tim Madrasah Ramah Anak (MRA) MAN 2 Kota Malang saat melaksanakan kunjungan dan sharing praktik baik pengembangan MRA di Ruang Meeting MIN 1 Kota Malang. (Foto: Humas MAN 2 Kota Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Madrasah Ramah Anak (MRA) MAN 2 Kota Malang melaksanakan kunjungan dan sharing praktik baik pengembangan Madrasah Ramah Anak di MIN 1 Kota Malang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting MIN 1 Kota Malang ini menjadi sarana berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan menyenangkan bagi anak.

Rombongan Tim MRA MAN 2 Kota Malang dipimpin Ketua MRA, Dr. Gunawan, MA., didampingi 10 orang koordinator bidang. Kedatangan rombongan diterima oleh Ketua MRA MIN 1 Kota Malang, Abdul Fatah, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran koordinator bidang dan tim MRA MIN 1 Kota Malang.

Dalam sambutannya, Dr. Gunawan, MA., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menimba pengalaman dan memperoleh praktik baik dari MIN 1 Kota Malang dalam pengembangan program MRA.

Baca juga: 12 Guru MIN 1 Malang Terbitkan Esai Pengabdian dalam Buku Antologi Kemenag Kota Malang

Baca juga: 3 Siswa MIN 1 Malang Wakili OMI Kota Malang, Siap Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Timur

Ia mengutip pesan Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya mengambil kebaikan dari setiap orang yang datang bertamu karena tamu membawa rezeki dan keberkahan.

“Tujuan kami datang ke MIN 1 Kota Malang adalah untuk belajar, berbagi, dan mengambil praktik-praktik baik dalam pelaksanaan Madrasah Ramah Anak. Berdasarkan penelusuran kami, MIN 1 Kota Malang menjadi salah satu madrasah yang memiliki pengalaman relevan untuk kami pelajari. Kami berharap tidak hanya sekadar mau dan mampu melaksanakan program MRA, tetapi juga bisa terus maju dan berkembang,” ungkapnya.

Dr. Gunawan juga menekankan pentingnya dokumentasi dan publikasi setiap kegiatan MRA melalui eviden yang terunggah dengan baik. Menurutnya, pelaksanaan program harus diikuti dengan bukti kegiatan yang teradministrasi sehingga perkembangan dan keberhasilan program dapat terukur.

Iklan

Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing anggota tim MRA MAN 2 Kota Malang, kemudian sambutan dan paparan dari pihak MIN 1 Kota Malang.

Ketua MRA MIN 1 Kota Malang, Abdul Fatah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa implementasi program Madrasah Ramah Anak di MIN 1 Kota Malang telah berjalan sekitar 70 persen. Berbagai program telah dikembangkan melalui bidang kesiswaan, pembiasaan karakter, penguatan perlindungan anak, serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

Dalam paparannya, ia menjelaskan sejumlah kebijakan dan pembiasaan positif, di antaranya pengaturan dan pengurangan penggunaan telepon genggam (HP), penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pencegahan perundungan atau bullying, termasuk larangan memanggil teman dengan nama orang tuanya, serta pembiasaan berbicara sopan.

MIN 1 Kota Malang juga mengembangkan budaya penggunaan empat kata ajaib, yaitu *permisi, maaf, tolong,* dan *terima kasih*. Pembiasaan tersebut perlu terus disosialisasikan melalui peran kader dan duta MRA agar menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai program inovatif juga telah dilaksanakan, antara lain program Siaga Bencana, penguatan Generasi Moderat yang dilaksanakan dalam kegiatan Matamuda, serta edukasi digital melalui gerakan Stop Bullying untuk melawan *cyberbullying*.

Iklan

Dalam bidang peningkatan kompetensi pendidik, MIN 1 Kota Malang juga menyelenggarakan pelatihan pendidikan inklusi bagi guru dengan menghadirkan dosen dari UIN. Selain itu, terdapat pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 sebagai bentuk penguatan karakter kebangsaan serta integrasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah program **CintaQ (Catatan Integrasi Aktivitas Q)**. Program ini menjadi catatan sekaligus panduan pemantauan aktivitas dan pembiasaan positif murid, termasuk untuk membantu orang tua melakukan pengecekan dan pendampingan aktivitas anak di rumah.

MIN 1 Kota Malang juga mengembangkan **M-One Digital** sebagai salah satu sarana pengendalian dan pemantauan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan bullying.

Sementara itu, salah satu anggota tim MRA MIN 1 Kota Malang, Bu Ar, menjelaskan pentingnya keterlibatan kader dan duta MRA dalam mendukung keberhasilan program. Model kader dan duta ini melibatkan guru maupun murid sebagai penggerak budaya ramah anak sekaligus mendukung pemenuhan indikator penilaian MRA.

Berbagai paparan dan praktik baik tersebut menjadi bahan diskusi menarik bagi Tim MRA MAN 2 Kota Malang. Kedua tim saling bertukar pengalaman terkait penguatan kelembagaan, koordinasi bidang, pembiasaan karakter, perlindungan anak, serta pengembangan inovasi program yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing madrasah.

Sebagai tindak lanjut, kedua madrasah berkomitmen melakukan koordinasi secara lebih intensif untuk memantau perkembangan dan progres program Madrasah Ramah Anak. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan kolaborasi dan pengembangan program yang berkelanjutan. (SW)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.