Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bukan Sekedar Seragam, Udeng Jadi Identitas dan Kebanggaan Siswa SDN Ngadirejo I Tutur

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Ada yang berbeda dari penampilan siswa SDN Ngadirejo I Tutur, Kabupaten Pasuruan. Setiap hari Rabu dan Kamis, suasana sekolah

Siswa dan guru SDN Ngadirejo I Tutur berfoto bersama dengan mengenakan pakaian adat dan udeng di lingkungan sekolah.

Siswa dan guru SDN Ngadirejo I Tutur berfoto bersama dengan mengenakan pakaian adat dan udeng di lingkungan sekolah. (Foto: Istimewa)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Ada yang berbeda dari penampilan siswa SDN Ngadirejo I Tutur, Kabupaten Pasuruan. Setiap hari Rabu dan Kamis, suasana sekolah tampak semakin istimewa dengan hadirnya para siswa yang mengenakan udeng. Ikat kepala khas tradisional tersebut kini menjadi bagian dari identitas sekolah sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya lokal Tengger.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern, SDN Ngadirejo I Tutur justru mengambil langkah sederhana namun penuh makna. Sekolah ini berupaya mendekatkan generasi muda dengan akar budayanya melalui pembiasaan mengenakan udeng dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Suasana kegiatan belajar di dalam kelas saat siswa mengenakan udeng sebagai bentuk pembiasaan budaya lokal.
Suasana kegiatan belajar di dalam kelas saat siswa mengenakan udeng sebagai bentuk pembiasaan budaya lokal. (Foto: Istimewa)

Bagi sekolah, udeng bukan sekadar aksesori atau pelengkap pakaian. Di balik bentuk dan filosofi tradisionalnya, tersimpan pesan tentang jati diri, kesantunan, penghormatan terhadap tradisi, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Baca juga: Awali Tugas di Kecamatan Tutur, Pengawas H. Syamsul Hadi, M.Pd Lakukan Pembinaan ASN di SDN Ngadirejo I

Baca juga: Gerakan Makan Bersama (GEMA) di SDN Ngadirejo I Tutur: Bangun Kebiasaan Gizi Sehat dan Karakter Siswa

Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang berpijak pada kearifan lokal. Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri agar tidak kehilangan identitas di tengah perubahan zaman.

Para siswa tampil kompak mengenakan seragam berbalut udeng tradisional di area sekolah.
Para siswa tampil kompak mengenakan seragam berbalut udeng tradisional di area sekolah. (Foto: Istimewa)

“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang maju, menguasai teknologi, tetapi tetap mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Jangan sampai mereka lebih mengenal budaya luar, sementara budaya yang diwariskan oleh leluhur justru terlupakan,” ungkapnya.

Kebiasaan ini juga menjadi cara sekolah menghadirkan pembelajaran budaya secara nyata. Siswa tidak hanya mendengar cerita tentang tradisi Tengger di dalam kelas, tetapi ikut merasakan dan mempraktikkannya melalui penampilan sehari-hari.

Iklan

Pemandangan siswa berudeng setiap Rabu dan Kamis pun menjadi ciri khas tersendiri bagi SDN Ngadirejo I Tutur. Sebuah identitas yang ingin terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari karakter sekolah yang dekat dengan lingkungan dan budaya masyarakatnya.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan pendidikan yang berkarakter Pancasila, menghargai keberagaman, serta menjunjung tinggi kearifan lokal. Sebab, sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga tempat mereka mengenal siapa dirinya dan dari mana asal budayanya.

Dari sebuah udeng yang dikenakan setiap Rabu dan Kamis, SDN Ngadirejo I Tutur sedang menanamkan pesan besar: menjadi generasi modern tidak harus meninggalkan tradisi. Justru dengan mengenal budaya sendiri, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki jati diri dan kebanggaan.

Para siswa SDN Ngadirejo I Tutur berpose mengenakan udeng khas Tengger sambil membawa alat musik tradisional.
Para siswa SDN Ngadirejo I Tutur berpose mengenakan udeng khas Tengger sambil membawa alat musik tradisional. (Foto: Istimewa)

SDN Ngadirejo I Tutur – Merawat Tradisi, Menguatkan Karakter, Menyiapkan Generasi Masa Depan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.