PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Ada yang berbeda dari penampilan siswa SDN Ngadirejo I Tutur, Kabupaten Pasuruan. Setiap hari Rabu dan Kamis, suasana sekolah tampak semakin istimewa dengan hadirnya para siswa yang mengenakan udeng. Ikat kepala khas tradisional tersebut kini menjadi bagian dari identitas sekolah sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya lokal Tengger.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern, SDN Ngadirejo I Tutur justru mengambil langkah sederhana namun penuh makna. Sekolah ini berupaya mendekatkan generasi muda dengan akar budayanya melalui pembiasaan mengenakan udeng dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Bagi sekolah, udeng bukan sekadar aksesori atau pelengkap pakaian. Di balik bentuk dan filosofi tradisionalnya, tersimpan pesan tentang jati diri, kesantunan, penghormatan terhadap tradisi, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang berpijak pada kearifan lokal. Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri agar tidak kehilangan identitas di tengah perubahan zaman.

“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang maju, menguasai teknologi, tetapi tetap mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Jangan sampai mereka lebih mengenal budaya luar, sementara budaya yang diwariskan oleh leluhur justru terlupakan,” ungkapnya.
Kebiasaan ini juga menjadi cara sekolah menghadirkan pembelajaran budaya secara nyata. Siswa tidak hanya mendengar cerita tentang tradisi Tengger di dalam kelas, tetapi ikut merasakan dan mempraktikkannya melalui penampilan sehari-hari.
Pemandangan siswa berudeng setiap Rabu dan Kamis pun menjadi ciri khas tersendiri bagi SDN Ngadirejo I Tutur. Sebuah identitas yang ingin terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari karakter sekolah yang dekat dengan lingkungan dan budaya masyarakatnya.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan pendidikan yang berkarakter Pancasila, menghargai keberagaman, serta menjunjung tinggi kearifan lokal. Sebab, sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga tempat mereka mengenal siapa dirinya dan dari mana asal budayanya.
Dari sebuah udeng yang dikenakan setiap Rabu dan Kamis, SDN Ngadirejo I Tutur sedang menanamkan pesan besar: menjadi generasi modern tidak harus meninggalkan tradisi. Justru dengan mengenal budaya sendiri, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki jati diri dan kebanggaan.

SDN Ngadirejo I Tutur – Merawat Tradisi, Menguatkan Karakter, Menyiapkan Generasi Masa Depan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.