Langsung ke konten
Rabu, 4 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

12 Guru MIN 1 Malang Terbitkan Esai Pengabdian dalam Buku Antologi Kemenag Kota Malang

Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 12 guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang Jalan Bandung menorehkan karya literasi melalui buku antologi esai

Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang

Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang

Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 12 guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang Jalan Bandung menorehkan karya literasi melalui buku antologi esai bertajuk Aku Bagian dari Kemenag Kota Malang, Antara Pengabdian dan Kesan Tak Terlupakan.

Buku tersebut menghimpun pengalaman, refleksi, dan gagasan para pendidik tentang dunia pendidikan serta perjalanan pengabdian mereka. Karya ini merupakan hasil keikutsertaan para guru dalam lomba menulis esai yang diselenggarakan bagi keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang.

Keikutsertaan 12 guru tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah. Para pendidik tidak hanya mendorong siswa untuk membaca dan menulis, tetapi juga memberikan keteladanan melalui karya nyata.

Baca juga: Danny Agung Prasetyo Terpilih Menjadi Ketua Karang Taruna Kota Malang Masa Bhakti 2026-2029

Baca juga: Kemenag Jatim Dongkrak Pendidikan Islam, Serahkan Aset Madrasah Baru kepada Kota Malang

Pendidik sekaligus penggiat literasi MIN 1 Malang Jalan Bandung, Nian Andini, S.Pd., menyampaikan bahwa budaya membaca dan menulis perlu dibangun melalui pembiasaan sejak dini. Menurutnya, siswa harus diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan inspirasi melalui tulisan.

“Sejak awal anak-anak kita dorong aktif berliterasi agar mereka memiliki wadah menyampaikan aspirasi dan inspirasi. Karyanya kelak diharapkan benar-benar memberi manfaat bagi orang banyak,” tutur Nian.

Ia menambahkan, guru juga harus menjadi penggerak budaya literasi di sekolah. Karena itu, dukungan pimpinan madrasah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produktivitas para pendidik.

Nian menyampaikan apresiasi kepada Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisyah, S.Ag., M.Pd., yang dinilai telah memberikan ruang kreativitas, dukungan, dan motivasi kepada guru untuk terus berkarya.

“Guru tidak boleh hanya hebat untuk dirinya sendiri. Guru harus menjadi motor penggerak anak-anak. Kebijakan dan keterbukaan Ibu Hj. Siti Aisyah dalam mendukung guru menulis menjadi pemantik utama semangat kami,” ujarnya.

Angkat Cerita Pendidikan dan Pengalaman Personal

Antologi tersebut menghadirkan beragam sudut pandang, mulai dari pengalaman mendampingi siswa, pengelolaan perpustakaan, inovasi pembelajaran, hingga perjalanan personal para guru dalam menemukan makna pengabdian.

Pengelola perpustakaan MIN 1 Malang, Puji Astutik, A.Md., misalnya, menulis esai berjudul Mengubah Zahra. Tulisan tersebut mengangkat perubahan perilaku seorang siswa yang rutin mengunjungi perpustakaan dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap buku.

Iklan

“Saya selalu tertarik mencatat dinamika para pembaca cilik yang setia datang ke perpustakaan. Dari sana lahir catatan tentang Zahra, sosok anak yang begitu terpikat pada buku hingga interaksi literasi itu perlahan membentuk karakter positif dalam dirinya,” ujar Puji.

Sementara itu, Rachmawati, S.H., mengangkat perjalanan hidupnya yang berawal dari latar belakang pendidikan hukum hingga akhirnya mengabdikan diri di dunia pendidikan madrasah. Ia mengawali perjalanan tersebut melalui kegiatan mengajar Al-Qur’an dengan metode Ummi melalui jalur outsourcing.

Menurut Rachmawati, menulis menjadi sarana untuk merekam pengalaman secara jujur, termasuk perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

“Naskah saya sempat dinilai bernuansa melankolis sekaligus kontroversial karena memotret realitas apa adanya, termasuk pergulatan batin seorang lulusan hukum yang bermuara menjadi pengajar madrasah. Bagi saya, menulis adalah cermin kejujuran, dan ruang lomba esai Kemenag Kota Malang ini memberi panggung bagi cerita-cerita otentik semacam itu,” katanya.

12 Guru dan Ragam Gagasan dalam Antologi

Selain Puji Astutik, Nian Andini, dan Rachmawati, sembilan guru lainnya juga menyumbangkan gagasan melalui tulisan dengan tema yang beragam.

Berikut 12 guru MIN 1 Malang Jalan Bandung yang karyanya termuat dalam buku antologi tersebut:

1. Wahyu Tri K, S.Kom., M.Pd.I., mengulas integrasi literasi digital, penguasaan teknologi informasi, dan nilai keislaman untuk membangun nalar kritis siswa.

2. Heny Dwi Handayani, S.Pd., menyoroti pendekatan ramah anak dan kehangatan emosional guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

3. Yuli Astutik, S.Pd., mengangkat strategi membangun kemandirian dan kepercayaan diri siswa melalui sudut baca kelas.

4. Moh. Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., membahas keteladanan akhlak, pembiasaan adab, dan ibadah harian sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Iklan

5. Idha Fitriani, S.Pd., M.Pd., menguraikan inovasi pembelajaran berdiferensiasi yang memperhatikan perbedaan minat dan kemampuan belajar anak.

6. Handri Setiawan, S.Pd., M.Pd., melalui esai Tidak Ada Sesuatu yang Kebetulan, menyampaikan pesan tentang takdir Allah, hikmah di balik setiap peristiwa, serta pentingnya berprasangka baik kepada-Nya.

7. Irma Fajarwati, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kemitraan inklusif antara sekolah dan wali murid dalam membangun literasi emosional anak.

8. Nur Rahmah, S.Ag., M.A., mengangkat penguatan moderasi beragama, toleransi sosial, dan kepekaan kemanusiaan sejak pendidikan dasar.

9. Nian Andini, S.Pd., membahas literasi sebagai ruang berekspresi sekaligus peran guru dalam menggerakkan budaya membaca.

10. Rachmawati, S.H., menceritakan perjalanan seorang sarjana hukum yang menemukan panggilan pengabdian melalui kegiatan mengajar Al-Qur’an.

11. Nur Fitriatin Nisa’, S.Pd., menyoroti keteladanan dan kesabaran guru dalam mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar.

12. Puji Astutik, A.Md., mendokumentasikan pengaruh buku terhadap perkembangan karakter anak melalui esai Mengubah Zahra.

Terbitnya antologi tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas literasi di madrasah dapat berkembang melalui keterlibatan aktif para guru. Pengalaman mengajar, interaksi dengan siswa, hingga perjalanan pengabdian dapat diolah menjadi tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Melalui karya tersebut, 12 guru MIN 1 Malang Jalan Bandung tidak hanya mendokumentasikan pengalaman pribadi, tetapi juga membagikan gagasan dan nilai pendidikan yang dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan madrasah maupun masyarakat luas. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.