Langsung ke konten
Kamis, 5 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bukan Sekadar Pertemuan Budaya, ISS 2026 FTIK UIN Malang Rajut Jejaring Persahabatan Lintas Negara

Dokumentasi bersama

Dokumentasi bersama (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Keramahan panitia, pengelolaan acara yang tertata, hingga kesempatan membangun persahabatan lintas negara menjadi kesan yang dibawa mahasiswa internasional setelah mengikuti International Students Summit (ISS) 2026 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Apresiasi para peserta menunjukkan bahwa perjumpaan dua hari tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik dan budaya, tetapi juga membuka ruang jejaring internasional yang lebih luas.

Diselenggarakan melalui International Office and Student Affairs (IOSA) bersama Himpunan Mahasiswa International Class Program (ICP) pada 2–3 Oktober 2026, ISS tahun ini mengusung tema “Connecting Minds about Eco-Theological Perspectives in Education and Culture”. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa internasional dari sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya, termasuk Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan UIN Malang.

Salah satu aspek yang paling mendapat apresiasi peserta adalah keramahan dan kesiapan panitia dalam mengelola seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari agenda akademik di kampus hingga kunjungan ke Pantai Balekambang, Malang Selatan, peserta menilai kegiatan berlangsung tertata dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Baca juga: Tak Kuasa Menahan Haru, Mahasiswa Internasional Kenang Kehangatan ISS 2026 FTIK UIN Malang

Baca juga: ISS 2026 Day 2, Mahasiswa Internasional Belajar Keberagaman dari Pura Balekambang

“To the amazing ISS 2026 Committee, thank you so much for your hard work, dedication, and warm hospitality. From Day 1 to Day 2 at Balekambang Beach, every moment was perfectly organized, full of culture, knowledge, and friendship. Hope to see you all again,” ungkap salah seorang peserta.

Selain pengelolaan acara, pengalaman belajar yang diperoleh selama kegiatan juga meninggalkan kesan tersendiri. Peserta menilai ISS memberikan kesempatan untuk mengenal perspektif baru, memahami kebudayaan, serta berinteraksi dalam lingkungan yang inklusif.

“Thank you so much, ISS 2026 Team! I’m truly grateful for all your hard work, kindness, and effort in making this summit so special and memorable. I really enjoyed every moment and learned so many new things. It was a wonderful experience and I’m very happy to have been a part of ISS 2026,” tutur peserta lainnya.

Apresiasi serupa disampaikan peserta lain yang menilai dedikasi panitia menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan. Ia menyebut seluruh rangkaian summit berlangsung terorganisasi dengan baik dan memberikan pengalaman bermakna.

Iklan

“Thank you ISS 2026 Team! Thank you for such a wonderful and memorable summit. Everything was so well organized and meaningful. I’m truly grateful for your hard work and dedication. It was an honor to be part of it!” tulisnya.

Lebih dari aspek penyelenggaraan, ISS 2026 juga menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya India, Gambia, Kamboja, Yaman, dan Madagaskar. Interaksi lintas budaya tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan persahabatan yang melampaui batas perguruan tinggi maupun negara asal.

Salah seorang peserta bahkan secara khusus menyampaikan harapan agar komunikasi dan persahabatan yang terjalin selama kegiatan dapat terus dipertahankan setelah ISS berakhir.

“A heartfelt thank you to the organizing committee for organizing such a wonderful program. Everything was so well managed… Also, I wanna say thank you to all the international students I had the chance to meet during the program. It was lovely meeting and getting to know all of you. I hope we stay connected, and I wish everyone the very best for your studies, future goals, and journey ahead,” ungkapnya.

Beragam testimoni tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan ISS 2026 tidak hanya diukur dari terlaksananya agenda kegiatan, tetapi juga dari pengalaman dan hubungan sosial yang terbentuk di antara para peserta. Bagi FTIK UIN Malang, pengalaman ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang terbuka terhadap keberagaman budaya sekaligus memperkuat jejaring internasional melalui perjumpaan mahasiswa lintas bangsa.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.