Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

ISS 2026 Day 2, Mahasiswa Internasional Belajar Keberagaman dari Pura Balekambang

Mahasiswa Indonesia dan internasional peserta International Students Summit (ISS) 2026 tidak hanya diajak menikmati alam Pantai Balekambang.

Dokumentasi Mahasiswa Internasional di Pantai Balekambang

Dokumentasi Mahasiswa Internasional di Pantai Balekambang (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

Mahasiswa Indonesia dan internasional peserta International Students Summit (ISS) 2026 tidak hanya diajak menikmati alam Pantai Balekambang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Indonesia dan internasional peserta International Students Summit (ISS) 2026 tidak hanya diajak menikmati alam Pantai Balekambang. Pada hari kedua kegiatan, sabtu (02) Oktober, mereka juga diperkenalkan pada keberagaman budaya dan spiritualitas masyarakat melalui kunjungan ke Pura Balekambang.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian “Exploring Nature through Culture” yang diselenggarakan International Office and Student Affairs (IOSA) bersama Himpunan Mahasiswa International Class Program (ICP). Peserta diajak melihat bagaimana alam, budaya, dan kehidupan spiritual dapat hadir dalam satu ruang kehidupan masyarakat.

Baca juga: FTIK UIN Malang Perkuat Internasionalisasi, Sambut Delegasi Universiti Malaya dalam International Program

Baca juga: DPD RI Lia Istifhama Jadi Narasumber Webinar Internasional, Tekankan Penguatan Identitas Bangsa di Tengah Keberagaman Global

Di Pura Balekambang, peserta memperoleh penjelasan langsung dari pemangku pura mengenai keberadaan pura serta nilai-nilai budaya dan spiritual yang hidup di lingkungan tersebut.

Bagi mahasiswa internasional yang datang dari latar belakang negara dan budaya berbeda, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal Indonesia bukan hanya melalui objek wisata, tetapi melalui tradisi dan kehidupan masyarakat yang menyertainya.

Peserta tidak sekadar melihat bangunan pura sebagai bagian dari lanskap Balekambang. Mereka memperoleh penjelasan mengenai makna budaya dan spiritual yang melekat pada tempat tersebut.

Pengalaman itu melengkapi rangkaian aktivitas budaya yang telah dilakukan peserta sebelumnya. Mereka mengikuti seni tari, melukis Topeng Malangan, serta memainkan alat musik tradisional seperti angklung dan jimbe.

Belajar Budaya dengan Mengalami

Konsep Exploring Nature through Culture dalam ISS 2026 diterjemahkan melalui pengalaman langsung. Peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai budaya, tetapi terlibat dalam aktivitas yang memungkinkan mereka melihat, mencoba, berinteraksi, dan berdialog.

Iklan

Saat melukis Topeng Malangan, misalnya, peserta mengenal budaya melalui proses kreatif. Sementara melalui seni tari dan musik tradisional, mereka berinteraksi dengan ekspresi budaya lokal secara langsung.

Rangkaian tersebut kemudian diperluas melalui kunjungan ke Pura Balekambang. Jika seni memberikan pengalaman mengenai ekspresi budaya, kunjungan ke pura membawa peserta pada pemahaman mengenai hubungan budaya dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.

Pengalaman di Balekambang juga berkaitan dengan pembahasan eco-theological perspectives yang diperoleh peserta pada hari pertama ISS 2026. Gagasan yang sebelumnya dibicarakan dalam forum diskusi kemudian ditemui dalam konteks kehidupan nyata.

Alam tidak berdiri sendiri dari kehidupan manusia. Di dalamnya terdapat budaya, tradisi, dan nilai yang membentuk cara masyarakat berhubungan dengan lingkungan sekitarnya.

Pantai Jadi Ruang Perjumpaan

Setelah rangkaian aktivitas budaya selesai, peserta kemudian menikmati suasana Pantai Balekambang. Ruang yang lebih informal itu menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia dan internasional untuk berinteraksi di luar agenda akademik.

Percakapan dan kebersamaan selama perjalanan menjadi bagian dari pengalaman lintas budaya yang dibangun sepanjang ISS 2026. Perjumpaan semacam ini memungkinkan peserta mengenal satu sama lain tidak hanya sebagai mahasiswa dari negara yang berbeda, tetapi sebagai individu dengan pengalaman dan latar kehidupan masing-masing.

Rombongan kemudian kembali menuju UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB.

Hari kedua ISS 2026 pun berakhir. Namun bagi peserta, perjalanan tersebut tidak hanya meninggalkan pengalaman mengunjungi salah satu destinasi di Malang Selatan.

Dari Tari Bapang, Topeng Malangan, angklung, jimbe, hingga Pura Balekambang, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang mempertemukan alam, seni, budaya, spiritualitas, dan interaksi lintas bangsa.

Balekambang pun menjadi ruang belajar terbuka: tempat mahasiswa mengenal budaya bukan hanya melalui penjelasan, tetapi melalui pengalaman langsung dan perjumpaan dengan masyarakat serta tradisinya.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.