MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dua hari mengikuti International Students Summit (ISS) 2026 di Malang meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa internasional. Bukan hanya memperoleh wawasan tentang lingkungan dan kebudayaan, sejumlah peserta mengaku merasakan kehangatan persahabatan hingga sulit melupakan pengalaman tersebut. Bahkan, salah seorang peserta mengaku menangis setelah rangkaian kegiatan berakhir.
Pengalaman emosional itu diungkapkan Abdullah Rakibou Mhadjiri Moilim setelah mengikuti ISS 2026 yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui International Office and Student Affairs (IOSA) bersama Himpunan Mahasiswa International Class Program (ICP), pada 2–3 Oktober 2026.
Mengusung tema “Connecting Minds about Eco-Theological Perspectives in Education and Culture”, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa internasional dari sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya. Selama dua hari, peserta mengikuti diskusi bertema ekoteologi dan pendidikan, dilanjutkan perjalanan wisata edukatif ke Pantai Balekambang, Malang Selatan.
Baca juga: ISS 2026 Day 2, Mahasiswa Internasional Belajar Keberagaman dari Pura Balekambang
Bagi Abdullah, pengalaman tersebut jauh melampaui ekspektasinya. Ia mengaku sangat bahagia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga dampak emosionalnya masih terasa setelah kembali dari acara.
“Honestly, I don’t even know where to start or how I can describe how happy I was during these two days… I was truly, truly happy, and the activities were much more beautiful than I ever expected,” ungkapnya.
Ia bahkan menceritakan bahwa kenangan selama kegiatan terus terlintas dalam pikirannya hingga membuatnya terharu dan menangis sebelum tidur.
Apresiasi serupa juga disampaikan peserta lainnya. Mereka menilai keberhasilan ISS 2026 tidak terlepas dari kerja keras panitia dan keterlibatan para buddies yang mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang peserta secara khusus menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pendamping yang telah menciptakan suasana akrab selama acara.
“I would say a big congratulations to the ISS 2026 committee for the job well done. To the buddies you guys are just amazing. The event was a great success thanks to my committee member Caca and my buddy Anis,” tulisnya.
Peserta lain juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendamping, khususnya Jihan, yang dinilai memberikan pengalaman berkesan selama kegiatan.
Tidak hanya keramahan panitia, pengelolaan agenda kegiatan juga mendapat apresiasi. Perpaduan diskusi mengenai perspektif ekoteologi pada hari pertama dengan kunjungan ke Pantai Balekambang pada hari kedua memberikan pengalaman yang menggabungkan wawasan akademik, pengenalan budaya lokal, dan interaksi lintas negara.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan baik dan meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.
“To the incredible ISS 2026 Team, Words can’t fully express how grateful I am for all your hard work, warmth, and hospitality! Our trip to Balekambang Beach and every single moment of this program was so beautifully planned. I’m leaving with unforgettable memories, deeper cultural insights, and cherished friendships,” tulisnya.
ISS 2026 melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya, di antaranya Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Lebih dari sekadar forum pertemuan mahasiswa lintas kampus, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana interaksi akademik dapat berkembang menjadi ruang perjumpaan budaya dan persahabatan internasional. Harapan agar ISS kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang pun mengemuka dari para peserta.
Bagi FTIK UIN Malang, kesan dan apresiasi peserta menjadi gambaran bahwa internasionalisasi pendidikan tidak hanya dibangun melalui forum akademik, tetapi juga melalui pengalaman bersama, keramahan, dan hubungan antarmanusia yang melampaui batas negara.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.