Langsung ke konten
Selasa, 3 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Dosen Fakultas Psikologi UM Melakukan Penelitian untuk Memahami Jejak Pengalaman Masa Kecil: Peran Resiliensi Dan Welas Asih Pada Diri dalam Kesehatan Mental Emerging Adults

Dokumentasi Kegiatan Penelitian untuk Memahami Jejak Pengalaman Masa Kecil: Peran Resiliensi Dan Welas Asih Pada Diri dalam Kesehatan Mental Emerging Adults

Dokumentasi Kegiatan Penelitian untuk Memahami Jejak Pengalaman Masa Kecil: Peran Resiliensi Dan Welas Asih Pada Diri dalam Kesehatan Mental Emerging Adults

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Masa kecil merupakan masa yang penting dalam perkembangan individu. Pada masa ini, interaksi bersama keluarga dan lingkungan turut membentuk cara seseorang memahami dirinya, menjalin hubungan dengan orang lain, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Namun, tidak semua individu tumbuh dalam lingkungan yang dapat memberikan rasa aman dan dukungan yang cukup.Sebagian individu pernah mengalami pengalaman buruk pada masa kanak-kanak, seperti kekerasan, pengabaian, atau berbagai bentuk disfungsi dalam lingkungan keluarga. Pengalaman ini dapat memiliki keterkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan psikologis pada tahap kehidupan berikutnya.

Dampak pengalaman masa kecil menjadi isu yang penting untuk dipahami, terutama ketika individu memasuki masa transisi menuju dewasa awal, atau yang dikenal dengan masa emerging adults (18–25 tahun). Pada periode ini, individu menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan, mulai dari mengeksplorasi diri, membangun kemandirian, mengembangkan relasi interpersonal yang baru dan lebih luas, hingga menentukan arah kehidupan di usia dewasa kelak.

Pengalaman buruk pada masa kanak-kanak diduga dapat berkaitan dengan kerentanan psikologis pada masa emerging adults, seperti kecenderungan depresi, salah satu aspek kesehatan mental yang cukup banyak dialami individu di fase tersebut. Namun, hubungan tersebut tidak selalu berlangsung secara sederhana. Terdapat berbagai faktor psikologis yang mungkin berperan dalam menjelaskan bagaimana pengalaman masa lalu berkaitan dengan kondisi psikologis individu saat ini.

Iklan

Baca juga: Implementasi Probiotik di Tambak Segoro Tambak Dukung Produktivitas Perikanan serta Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14: Life Below Water

Baca juga: Tim Peneliti Fakultas Psikologi UM Hadirkan Alat Ukur Berbahasa Indonesia untuk Memahami Keyakinan di Balik Perilaku Melukai Diri

Berangkat dari hal tersebut, dosen Fakultas Psikologi UM yang diketuai oleh Raissa Dwifandra Putri merancang sebuah penelitian yang dilakukan untuk memahami pengaruh pengalaman traumatis pada masa kanak – kanak terhadap kecenderungan depresi pada individu di usia emerging adults, dengan melibatkan 300 partisipan berusia 18–25 tahun. Penelitian ini secara khusus mengkaji resiliensi dan self-compassion atau welas asih terhadap diri sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Kedua aspek ini menjadi penting untuk dikaji karena dapat memberikan perspektif mengenai proses psikologis yang mungkin membantu individu menghadapi pengalaman sulit. Penelitian ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Sebab kesejahteraan menjadi aspek yang penting bagi pertumbuhan individu.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana pengalaman buruk masa kanak-kanak berkaitan dengan kecenderungan depresi pada dewasa awal, serta bagaimana resiliensi dan welas asih terhadap diri berperan dalam hubungan tersebut. Lebih jauh, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan pendekatan promotif dan preventif kesehatan mental yang lebih peka terhadap pengalaman masa lalu individu. Pemahaman mengenai pengalaman masa kecil bukan dimaksudkan untuk menjadikan masa lalu sebagai penentu kehidupan seseorang, melainkan untuk membuka ruang bagi dukungan dan proses pemulihan yang lebih tepat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.