PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Penguatan tata kelola menjadi salah satu kunci peningkatan mutu madrasah. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bertema “Sosialisasi Tata Kelola Madrasah Mewujudkan Pendidikan Islam Bermutu” di Yayasan Miftahul Ihsan, Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Probolinggo, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan mitra Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Marno, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FTIK UIN Malang, serta H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII.
Pertemuan unsur akademisi dan legislatif ini menjadi ruang penguatan perspektif mengenai pengelolaan madrasah, terutama dalam membangun kelembagaan pendidikan Islam yang profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Baca juga: Hasanuddin Wahid Bidik IKA UIN Malang Jadi Jaringan Profesional Berkelas Nasional dan Internasional
Dalam kegiatan tersebut, tata kelola madrasah menjadi perhatian utama karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kemampuan lembaga mengelola sumber daya, membangun koordinasi, dan mengoptimalkan peran seluruh unsur organisasi.
Guru dan tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Selain menjalankan tugas pelayanan pendidikan sehari-hari, keduanya menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan program pengembangan madrasah berjalan sesuai tujuan kelembagaan.
Melalui program Ngopi, FTIK UIN Malang berupaya memperluas kemitraan dengan praktisi pendidikan sekaligus membangun komunikasi antara perguruan tinggi, pemangku kebijakan, dan pengelola madrasah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan madrasah dalam menghadapi tantangan pengembangan pendidikan Islam.
Kehadiran Ngopi di Probolinggo sekaligus menegaskan upaya FTIK UIN Malang untuk mengambil peran lebih luas dalam penguatan pendidikan Islam, tidak hanya melalui kegiatan akademik di kampus, tetapi juga melalui pendampingan, sosialisasi, dan pengembangan jejaring bersama para praktisi pendidikan di daerah.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.