MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyiapkan transformasi organisasi dengan memperkuat jaringan profesional alumni lintas sektor hingga tingkat nasional dan internasional. Di bawah kepemimpinan Hasanuddin Wahid, organisasi alumni ini diarahkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga pusat konsolidasi kepakaran, pengembangan karier, dan kolaborasi profesional. Kegiatan itu digelar pada Sabtu (31) Oktober 2026 di Rektorat UIN Malang.
Ketua Umum IKA UIN Malang, Dr. H. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., menegaskan bahwa potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi perlu dihimpun dan diorganisasikan agar memiliki daya jangkau serta kontribusi yang lebih luas.
“Ikatan Keluarga Alumni ini secara perlahan akan membangun kekuatan jaringan alumni lintas sektoral yang profesional, baik bersifat nasional maupun internasional. Kita akan munculkan pakar-pakar yang selama ini masih lebih banyak di internal. Beberapa departemen sudah disiapkan dan mayoritas untuk aksi eksternal,” ungkap Hasanuddin.
Untuk mewujudkan arah tersebut, kepengurusan IKA UIN Malang periode 2026–2031 menyiapkan delapan departemen yang dirancang menjadi instrumen pengembangan jejaring dan aktualisasi potensi alumni.
Kedelapan departemen tersebut meliputi Organisasi dan Kelembagaan Alumni (OKA), Pengembangan Karier dan Talent Mapping (PKTP), Ekonomi Digital dan Kewirausahaan (EDK), Hubungan Kelembagaan dan Jejaring Global (HKJG), Riset, Inovasi, dan Moderasi Beragama (RIMB), Media, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (MTIK), Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat (APM), serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan organisasi tidak hanya diarahkan pada konsolidasi internal, tetapi juga perluasan peran alumni di ruang profesional dan sosial. Sejumlah departemen bahkan memiliki mandat langsung untuk membangun konektivitas dengan berbagai sektor di luar organisasi.
Departemen PKTP, misalnya, diarahkan untuk memetakan kompetensi dan potensi alumni sekaligus membuka peluang pengembangan karier. Departemen EDK berfokus pada penguatan kewirausahaan dan ekonomi digital, sedangkan HKJG disiapkan untuk memperluas kemitraan kelembagaan dan jejaring global.
Sementara itu, departemen RIMB, APM, dan PPPA membuka ruang kontribusi alumni dalam bidang riset, moderasi beragama, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat. Adapun MTIK diharapkan memperkuat komunikasi dan konektivitas informasi ant alumni.
Salah satu agenda strategis yang ingin diwujudkan Hasanuddin adalah menghadirkan para pakar alumni sebagai kekuatan kolektif organisasi. Selama ini, alumni UIN Malang telah berkiprah sebagai akademisi, birokrat, pengusaha, profesional, aktivis sosial, dan praktisi di berbagai sektor. Potensi tersebut dinilai perlu dihubungkan agar tidak hanya berkembang secara individual, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang berdampak lebih luas.
Dengan demikian, tantangan IKA UIN Malang ke depan bukan semata-mata memperbesar jumlah anggota, melainkan membangun jaringan yang produktif melalui pemetaan talenta, penguatan kompetensi, kemitraan lintas sektor, dan kolaborasi antargenerasi.
Melalui delapan departemen tersebut, IKA UIN Malang periode 2026–2031 menargetkan organisasi alumni yang lebih terbuka, profesional, dan berorientasi pada kontribusi eksternal. Alumni diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan almamater, tetapi juga tampil sebagai kekuatan intelektual dan profesional yang memberikan dampak bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.