16 dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN 2 Pasuruan
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tantangan pengelolaan madrasah di era digital tidak lagi sebatas peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyangkut kesejahteraan warga sekolah, penguatan identitas kelembagaan, hingga adaptasi teknologi kecerdasan buatan. Merespons kebutuhan tersebut, 16 dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN 2 Pasuruan, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al-Yasini, pada 12–13 Oktober 2026.
Mengusung tema “Transforming Schools”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik untuk memperkuat kapasitas pengelolaan lembaga pendidikan. Sejumlah isu strategis diangkat dalam kegiatan tersebut, meliputi penguatan well-being di lingkungan sekolah, pengembangan school branding, serta integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam manajemen madrasah modern.
Baca juga: Tim Padsu DWP MAN 2 Kota Malang Unggul dengan Nilai 111
Baca juga: Area 3 ZI MAN 2 Kota Malang Tekankan Penataan SDM untuk Perkuat Kinerja dan Pelayanan
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga MAN 2 Pasuruan, tetapi juga diikuti sejumlah instansi pendidikan di sekitarnya. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan tantangan pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan madrasah.
Ketua Prodi MPI UIN Malang, Ulfah Muhayani, MPP., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat pendidikan. Menurutnya, kepakaran akademisi perlu hadir secara langsung untuk menjawab kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan di berbagai jenjang.
“Transfer pengetahuan dan teknologi di era digital harus menjangkau berbagai jenjang pendidikan secara inklusif. Melalui inisiatif ini, Prodi MPI berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada iklim akademik internal kampus, tetapi juga memastikan keberadaan dan kepakarannya dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Antusiasme peserta mewarnai jalannya kegiatan selama dua hari. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai respons dan pengalaman yang dibagikan peserta terkait pengelolaan sekolah maupun madrasah masing-masing. Hal ini memperlihatkan besarnya kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan terhadap penguatan kompetensi manajerial, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Kepala MAN 2 Pasuruan Bidang Sarana dan Prasarana. Ia menilai materi yang disampaikan para dosen MPI UIN Malang relevan dengan kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan. Meski demikian, ia berharap kegiatan serupa dapat menyediakan waktu yang lebih panjang agar pembahasan setiap materi berlangsung lebih mendalam.
“Bagus sekali, materinya pas untuk pengembangan lembaga. Pematerinya juga luar biasa. Hanya waktunya yang sedikit sehingga kurang mendalam,” ungkapnya.
Kegiatan PkM ini melibatkan 16 dosen MPI FTIK UIN Malang, yakni Dr. H. Muhammad In’am Esha, M.Ag.; Ulfah Muhayani, MPP., Ph.D.; Prayudi Lestantyo, M.Kom.; Dr. Sutrisno, M.Pd.; Fantika Febri Puspitasari, M.Pd.; Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd.; Walid Fajar Antariksa, M.M.; Ibnu Wahyurianto, M.Pd.; Dr. H. Mulyono, M.A.; M. Kholilur Rohman, M.Pd.; Dr. H. Nurul Yaqien, S.Pd.I., M.Pd.; Aninda Tri Safinatunnajah, M.Pd.; Angga Teguh Prastyo, M.Pd.; Dr. Muhammad Amin Nur, M.A.; Prof. Dr. H. M. Rahim Tharaba, M.Pd.; dan Dr. Devi Pramitha, M.Pd.

Melalui kegiatan bertema “Transforming Schools” ini, Prodi MPI UIN Malang memperluas peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pengetahuan sekaligus mitra strategis bagi lembaga pendidikan. Kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti pada forum berbagi materi, tetapi berlanjut menjadi penguatan kapasitas dan transformasi tata kelola sekolah serta madrasah yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.