Langsung ke konten
Selasa, 3 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Model Pembelajaran “GYM-RACE” Hadir untuk Membuat Senam Lantai Lebih Menyenangkan bagi Siswa SD

​MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) berhasil mengembangkan model pembelajaran inovatif bernama GYM-RACE untuk pembelajaran senam lantai di sekolah dasar. Model ini dikembangkan melalui penelitian berjudul “Desain dan Implementasi Model Pembelajaran ‘GYM-RACE’ Berbasis Permainan Sirkuit Senam Lantai Siswa SDN Tlogowaru 2 Kota Malang.”

​Penelitian ini dipimpin oleh Lulut Gilang Saputra, M.Pd, dengan melibatkan dua mahasiswa, yaitu Muhammad Askhabul Firdaus dan Kisnamessi Safira Nuvitha Firdaus. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di SDN Tlogowaru 2 Kota Malang dan melibatkan 25 siswa kelas V.

​GYM-RACE merupakan model pembelajaran PJOK yang menggabungkan permainan dan sirkuit gerak. Melalui model ini, siswa tidak hanya belajar teknik senam lantai, tetapi juga diajak bergerak, bekerja sama, dan menikmati proses belajar tanpa merasa tertekan.

Dari Gerakan Sulit Menjadi Permainan Menyenangkan

​Pembelajaran senam lantai sering dianggap menantang oleh sebagian siswa. Beberapa anak merasa gugup atau takut mencoba gerakan baru, terutama jika belum terbiasa melakukan gerakan mengguling atau menjaga keseimbangan.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran senam lantai yang tidak hanya melatih keterampilan gerak, tetapi juga membuat siswa merasa nyaman, berani mencoba, dan menikmati kegiatan belajarnya,” ujar Lulut Gilang Saputra, M.Pd, Ketua Peneliti.

​Karena itu, GYM-RACE dirancang dengan mengubah materi senam lantai menjadi rangkaian permainan sirkuit. Siswa bergerak melalui beberapa pos secara bergiliran, sehingga pembelajaran terasa lebih aktif, seru, dan tidak monoton.

Kegiatan yang Dilakukan Siswa

Kegiatan pembelajaran dimulai dengan pemanasan berbasis permainan. Siswa mengikuti estafet cone, yaitu permainan lari sambil melewati cone, serta lari melalui lorong sambil bergandengan tangan. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan tubuh siswa sekaligus membangun suasana belajar yang menyenangkan.

Iklan

Setelah pemanasan, siswa mengikuti permainan utama GYM-RACE yang terdiri dari tiga pos:

  • Frog leap, yaitu melompat seperti katak untuk melatih kekuatan tungkai dan keseimbangan.
  • Roll depan, yaitu gerakan mengguling ke depan sebagai keterampilan dasar senam lantai.
  • Jalan di atas balok titian, yaitu berjalan seimbang untuk melatih fokus dan pengendalian tubuh.

​Melalui rangkaian tersebut, siswa belajar gerakan dasar senam lantai secara bertahap. Mereka juga dilatih untuk mengikuti aturan, menunggu giliran, dan saling mendukung teman.

​Setelah kegiatan selesai, siswa mengisi lembar observasi dan evaluasi secara mandiri di dalam kelas. Lembar tersebut digunakan untuk melihat pengalaman belajar, keterlibatan siswa, serta hasil pelaksanaan model pembelajaran.

Hasil Penelitian: Valid dan Praktis

​Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta angket validasi dan kepraktisan.

​Model GYM-RACE juga dinilai mampu membantu mengatasi keterbatasan alat, mengurangi kecemasan siswa saat melakukan gerakan baru, serta menciptakan pembelajaran senam lantai yang lebih aman dan menyenangkan.

Harapan untuk Pembelajaran PJOK

​Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pilihan baru bagi guru PJOK sekolah dasar dalam mengajarkan senam lantai. Dengan pendekatan permainan sirkuit, siswa diharapkan lebih berani mencoba, lebih aktif bergerak, dan lebih percaya diri dalam mengikuti pembelajaran PJOK.

“Melalui GYM-RACE, kami berharap senam lantai tidak lagi terasa menakutkan bagi siswa. Sebaliknya, mereka dapat belajar sambil bermain dan merasakan bahwa olahraga itu menyenangkan,” tutup Lulut Gilang Saputra.

Foto profil Eko Rudianto
Eko Rudianto

Abdi, Adab, Aktif, Ajar, Amal

Lihat semua artikel oleh Eko Rudianto

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.