Langsung ke konten
Senin, 2 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

PABPDSI Luncurkan Sekolah BPD Indonesia di Kota Batu, Jadikan Kecamatan Ujung Tombak

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PP PABPDSI) memastikan akan meluncurkan Sekolah BPD

Pengurus Pusat PABPDSI bersama jajaran pimpinan saat konsolidasi persiapan peluncuran nasional Sekolah BPD Indonesia (SBI) di Kota Batu.

Pengurus Pusat PABPDSI bersama jajaran pimpinan saat konsolidasi persiapan peluncuran nasional Sekolah BPD Indonesia (SBI) di Kota Batu. (Foto: Istimewa)

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PP PABPDSI) memastikan akan meluncurkan Sekolah BPD Indonesia (SBI) secara nasional. Peluncuran akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 24–25 November 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 PABPDSI.

Program strategis hasil karya PABPDSI ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa (Kemendes). Kehadirannya dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui pola pembelajaran yang terstruktur, berjenjang, terjangkau, serta berkelanjutan.

Kecamatan Sebagai Titik Nadi Layanan Pembelajaran

Dalam rancangan pelaksanaannya, SBI secara tegas menempatkan tingkat kecamatan sebagai ujung tombak layanan pembelajaran. Menurut pihak PABPDSI, penyelenggaraan yang dipusatkan dekat dengan tempat tinggal peserta ini sengaja dipilih guna meringankan beban biaya transportasi serta kebutuhan akomodasi para anggota BPD.

Baca juga: PABPDSI Desak Kemendagri Revisi Permendagri 110/2016, Tuntut Tunjangan Layak dan Jaminan Kesehatan

Baca juga: PABPDSI Hadiri Uji Petik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Desa: Menjemput Harapan Sejahtera untuk Desa Indonesia

“Dengan sistem ini, anggota BPD dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan pengaturan waktu yang lebih fleksibel, sehingga tidak mengganggu pekerjaan serta tanggung jawab utama mereka di desa masing-masing,” ujar perwakilan pengurus dalam keterangannya.

Iklan

Lebih lanjut, pendekatan berbasis kecamatan ini juga dinilai mampu mendekatkan materi pembelajaran dengan realitas di lapangan. Berbagai persoalan spesifik, karakter masyarakat, hingga dinamika kewilayahan setempat dapat diangkat langsung menjadi bahan diskusi serta studi kasus bersama. Peserta nantinya dapat membedah persoalan riil yang dihadapi sehari-hari, untuk kemudian merumuskan langkah penerapan solusinya di desa mereka.

Menjawab Kompleksitas Tantangan Pembangunan Desa

PABPDSI memandang bahwa penguatan desa harus berjalan seiring sejalan dengan penguatan kapasitas lembaga yang mewakili suara masyarakat desa. Oleh karena itu, kehadiran SBI menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam mengerek naik pengetahuan, keterampilan, hingga integritas insan BPD.

Tantangan di tingkat desa dewasa ini dirasakan semakin kompleks, mulai dari pembahasan peraturan desa, penyerapan aspirasi warga, proses musyawarah, pemahaman perencanaan dan anggaran, hingga fungsi pengawasan kinerja pemerintah desa yang menuntut kecakapan tinggi. Mengingat latar belakang pendidikan dan pengalaman anggota BPD yang sangat beragam, SBI hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui ekosistem pendidikan nonformal yang bisa diakses sepanjang masa jabatan.

Tiga Jenjang Pembelajaran dan Target Perubahan Nyata


Guna menjaga kualitas dan arah yang terukur, SBI dirancang dengan tiga jenjang pembelajaran berkesinambungan, yakni BPD Muda, BPD Madya, dan BPD Utama, yang turut dilengkapi dengan kelas tematik serta jalur penyiapan fasilitator.
Jenjang BPD Muda difokuskan pada tahap orientasi dasar yang meliputi kedudukan, fungsi, etika, administrasi, pengelolaan aspirasi, musyawarah desa, hingga kemitraan bersama pemerintah desa.
Jenjang BPD Madya menitikberatkan pada penguatan kompetensi teknis, seperti telaah peraturan desa, dokumen perencanaan anggaran, laporan penyelenggaraan pemerintahan, serta instrumen pengawasan berbasis bukti.
Jenjang BPD Utama diarahkan langsung pada penguatan kepemimpinan strategis, mencakup teknik fasilitasi musyawarah, negosiasi, mediasi, pemanfaatan data, hingga pengawalan program strategis desa.


Melalui sinergi kuat bersama Kemendagri dan Kemendes serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan, PABPDSI optimistis Sekolah BPD Indonesia mampu melahirkan insan BPD yang semakin cakap, berintegritas tinggi, dan mampu membangun kemitraan konstruktif demi terwujudnya kemajuan desa secara menyeluruh.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.