SAPA TOKOH | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi sejati bukan sekadar tentang seberapa banyak pencapaian yang berhasil diraih, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dibagikan kepada sesama. Semangat inilah yang dipegang teguh oleh Nisriina Najmi, mahasiswi semester tujuh Program Studi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang (UM). Ia sukses memanfaatkan platform media sosial sebagai ruang berbagi informasi, pengalaman, serta inspirasi bagi generasi muda, khususnya para calon mahasiswa yang bercita-cita menempuh pendidikan di Psikologi UM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Perjalanan Nisriina sebagai seorang content creator bermula dari niat sederhananya untuk menggunakan media sosial secara lebih bermakna. Konten-konten yang ia bagikan seputar pengalamannya lolos ke S1 Psikologi UM lewat jalur SNBP ternyata berhasil menarik perhatian luas. Sejak saat itu, banyak calon mahasiswa yang mulai menghubunginya untuk berkonsultasi mengenai persiapan masuk perguruan tinggi.
“Awalnya aku berpikir, kenapa tidak TikTok-ku ini dijadikan bahan sharing supaya teman-teman yang mau masuk Psikologi UM atau melalui SNBP bisa mempersiapkan diri lebih matang?” ujar Nisriina saat diwawancarai oleh Humas UM pada Jumat (30/10).
Baca juga: Adnan Aziz: Dari Benin, Menempuh Perjalanan Panjang Demi Meraih Impian Sepak Bola Internasional
Merintis Peluang Lewat Konsistensi dan Berbagai Beasiswa
Kebiasaan positif dalam berbagi informasi tersebut lambat laun membuka berbagai pintu kesempatan baru bagi Nisriina. Ia mulai mendapatkan berbagai tawaran endorsement, kerja sama dengan berbagai merek ternama, hingga meraup penghasilan dari dunia digital. Tidak berhenti di situ, berkat statusnya sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia, ia juga berkesempatan mengikuti sertifikasi Digital Marketing berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kendati demikian, ia dengan tegas menyatakan bahwa materi bukanlah motivasi utamanya dalam berkarya. Bagi mahasiswi angkatan 2023 ini, segala peluang yang datang merupakan bentuk bonus dari keberanian mencoba serta konsistensi dalam menyajikan konten yang bernilai positif.
Kesungguhannya dalam memburu peluang turut mengantarkannya meraih Beasiswa Bank Indonesia senilai Rp12 juta untuk satu semester. Tidak cukup sampai di situ, pada tahun berikutnya ia kembali mempermanis rekam jejak akademiknya dengan lolos sebagai penerima Beasiswa Bangun Muamalat dari UM setelah aktif menggali informasi melalui media sosial, dosen, hingga kakak tingkat.
“Kesempatan itu harus kita cari. Aku tidak malas mencari informasi, mulai dari TikTok, kakak tingkat, sampai dosen. Kalau ada peluang yang sesuai, aku berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ungkap Nisriina.
Kembangkan Sayap di Kompetisi Internasional dan Dunia Wirausaha
Di tengah kesibukannya sebagai pembuat konten, Nisriina tidak lantas melupakan pengembangan kapasitas akademiknya. Baru-baru ini, ia sukses menembus babak final kompetisi esai internasional di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam ajang tersebut, ia memamerkan inovasi berupa prototipe situs web yang dikhususkan untuk mengukur tingkat kecemasan serta depresi di kalangan mahasiswa.
Gagasan cemerlang ini lahir dari rasa kepeduliannya yang mendalam terhadap kondisi mental mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan akademik yang berat. Terlebih lagi, sebagai mahasiswi tingkat akhir, ia sendiri merasakan betul tantangan dalam melewati fase bimbingan dan revisi skripsi.
“Buatku, lomba bukan sekadar gelar kejuaraan atau prestasi. Aku ingin mendapatkan pengalaman dan relasi, bertemu orang-orang yang punya minat serupa, serta belajar hal baru dari setiap kesempatan yang aku ikuti,” jelasnya.
Selain aktif berorganisasi dan berlomba, ia juga menjalani magang di Dinas Sosial Kota Malang serta merintis bisnis kerajinan tangan bertajuk Soft Bracelet. Usaha rintisannya ini bahkan pernah mengantongi pendanaan sebesar Rp1,5 juta melalui program Mahasiswa Wirausaha UM pada tahun 2024 lalu.
Bijak Atur Waktu dan Kenali Kapasitas Diri
Menjalani segudang aktivitas dalam waktu bersamaan—mulai dari kuliah, magang, bisnis, hingga pengelolaan konten digital—tentu menuntut manajemen waktu yang sangat ketat. Nisriina selalu menempatkan prioritas utamanya pada urusan perkuliahan. Ia terbiasa mencicil tugas-tugas kuliah selepas jam pelajaran usai dan mendedikasikan akhir pekan untuk merampungkan pekerjaan lain tanpa mengganggu jadwal akademik.
Meski dikenal produktif, ia mengaku pernah mengalami masa-masa penat atau burnout. Pengalaman tersebut membentuk kedewasaannya untuk tidak memaksakan diri mengejar seluruh target dalam satu waktu. Tatkala merasa lelah, ia memilih untuk mengambil jeda beristirahat, merenung, dan menata ulang prioritas hidupnya.
“Berambisi sebanyak apa pun itu boleh, tetapi kita harus tahu kapabilitas dan kapasitas diri. Jangan sampai ambisi kita melebihi kemampuan kita. Dari situ aku belajar bahwa manusia memang tidak ada yang sempurna,” tutur Nisriina bijak.
Cita-Cita Besar Menjadi Psikolog Handal
Ke depan, Nisriina menyimpan impian besar untuk mendedikasikan dirinya sebagai seorang psikolog profesional. Ia berharap bisa merampungkan studinya tepat waktu, melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, serta mendirikan biro psikologi mandiri. Melalui media sosial, ia bertekad untuk terus menyalakan api semangat bagi generasi muda agar senantiasa berani melangkah dan mengambil setiap peluang yang ada.
“Coba saja dulu. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu hasilnya. Kalau kita tidak memulai sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.