JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Berada di semester akhir tidak menghalangi Kunti Zahra Zamanina untuk terus mengembangkan diri. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu terpilih sebagai satu dari 150 Google Student Ambassador (GSA) dari sekitar 2.000 peserta. Pencapaian tersebut mengantarkannya mengikuti agenda Inauguration and Office Tour secara langsung di kantor Google, Pacific Century Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Kunti. Selain mengikuti prosesi inaugurasi, ia berkesempatan mengenal sejarah Google dan melihat langsung lingkungan kerja perusahaan teknologi global tersebut. Tidak semua peserta memperoleh kesempatan mengikuti agenda secara luring ini.
Bagi Kunti, pengalaman itu bukan sekadar kunjungan ke kantor perusahaan teknologi ternama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membuka wawasan baru tentang perkembangan teknologi, lingkungan profesional, serta peluang pengembangan kompetensi yang dapat diakses mahasiswa.
Baca juga: Mahasiswa Tadris Matematika UIN Malang Terpilih sebagai Google Student Ambassador
Pengalaman tersebut juga memiliki makna tersendiri karena Kunti telah memasuki semester akhir perkuliahan. Di tengah fokus menyelesaikan studi, ia justru menunjukkan bahwa mahasiswa tetap memiliki ruang untuk mengeksplorasi potensi dan mengikuti berbagai kesempatan pengembangan diri.
Menurut Kunti, pesatnya perkembangan teknologi semestinya menjadi dorongan bagi setiap orang untuk terus belajar, bukan alasan untuk merasa tertinggal. Ia menilai, kemampuan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh anggapan tentang pintar atau tidak pintar, tetapi juga oleh kemauan untuk mencoba dan memanfaatkan kesempatan.
Pandangan itu menjadi pelajaran penting yang ia peroleh dari rangkaian kegiatan Google Student Ambassador. Keberanian mengambil langkah, membuka diri terhadap pengalaman baru, dan terus meningkatkan kemampuan merupakan modal untuk menghadapi perubahan zaman.
Kisah Kunti sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa yang merasa terlambat mengikuti program pengembangan diri karena sudah berada di semester akhir. Kesempatan untuk bertumbuh tidak selalu bergantung pada kapan seseorang memulai, tetapi juga pada kesediaannya mengambil peluang yang masih tersedia.
Dari Malang hingga kantor Google di Jakarta, perjalanan Kunti menunjukkan bahwa masa kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik. Berbagai program pengembangan diri di luar ruang kelas dapat menjadi jalan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mempersiapkan kompetensi menghadapi dunia profesional.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.