MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan Islam dituntut semakin profesional dan adaptif menghadapi perubahan zaman. Tidak cukup bertumpu pada semangat pengabdian, pengelolaan SDM madrasah dan pesantren juga membutuhkan standar kinerja, efisiensi, serta sistem manajemen yang terukur.
Perspektif tersebut mengemuka dalam Guest Lecture Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (26/10/2026), di Aula Gedung C. Mengusung tema “Bridging The Gap: Bridging Industrial HR Excellence into Modern Islamic Educational Management”, kegiatan ini menghadirkan praktisi SDM dari dunia industri dan lembaga pendidikan Islam.
Dua narasumber yang dihadirkan ialah Okky Faried Hidayat, S.H., M.H., HRGA Manager PT Mayora Indah Tbk., serta Dr. Ibnu Rozaq Jr., M.Pd., Manajer SDM IIBS Al Maahira. Keduanya berbagi perspektif mengenai praktik pengelolaan SDM profesional dan relevansinya bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam.
Baca juga: LP2M UIN Malang Inisiasi Bank Sampah di Sumbersuko, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Dalam pemaparannya, Okky Faried mengulas penerapan standar pengelolaan SDM di lingkungan industri, terutama terkait pengukuran kinerja, key performance indicators (KPI), dan kedisiplinan tenaga kerja. Praktik tersebut dinilai relevan untuk diadaptasi oleh lembaga pendidikan Islam guna membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih profesional, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kinerja.
Menurut perspektif ini, nilai pengabdian yang selama ini menjadi karakter kuat lembaga pendidikan Islam perlu berjalan beriringan dengan profesionalisme. Dengan demikian, dedikasi tenaga pendidik dan kependidikan dapat didukung oleh sistem kerja yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Ibnu Rozaq Jr. mengangkat pengalaman pengelolaan SDM di IIBS Al Maahira, khususnya bagaimana lembaga pendidikan Islam modern mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan standar manajemen SDM kontemporer.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan SDM di pesantren dan lembaga pendidikan Islam perlu terus beradaptasi dengan tuntutan perubahan, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi landasan kelembagaannya.

Melalui pertemuan dua perspektif tersebut, mahasiswa MPI, khususnya angkatan 2024, memperoleh wawasan mengenai kemungkinan penerapan praktik terbaik pengelolaan SDM industri dalam konteks pendidikan Islam. Tidak semua praktik korporasi dapat diterapkan secara langsung, tetapi prinsip profesionalisme, akuntabilitas, pengukuran kinerja, dan pengembangan kompetensi dapat menjadi referensi penting.
Guest Lecture ini menjadi bagian dari upaya Prodi MPI UIN Malang mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Harapannya, mahasiswa tidak hanya menguasai teori manajemen pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan praktis untuk mengembangkan tata kelola SDM madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam yang profesional serta berdaya saing.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.