Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong Hilirisasi Wisata Kopi Bondowoso Melalui Inovasi Agrileisure dan E-Catalog

Dokumentasi Kegiatan UPN "Veteran" Jawa Timur Dorong Hilirisasi Wisata Kopi Bondowoso Melalui Inovasi Agrileisure dan E-Catalog

Dokumentasi Kegiatan UPN "Veteran" Jawa Timur Dorong Hilirisasi Wisata Kopi Bondowoso Melalui Inovasi Agrileisure dan E-Catalog (Foto: Istimewa)

BONDOWOSO | JATIMSATUNEWS.COM: Kawasan lereng Gunung Raung di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, telah lama tersohor sebagai episentrum dan surga bagi para penikmat kopi. Menyadari potensi besar dari komoditas Kopi Arabika Java Ijen-Raung yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG), tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur meluncurkan program inovasi pariwisata bertajuk hilirisasi model Agrileisure kopi.

Melalui Skema Penelitian Tematik, tim peneliti UPN “Veteran” Jawa Timur berfokus pada pengembangan paket wisata edukasi terstandarisasi dan terdigitalisasi di Desa Wisata Sukorejo (Kampung Kopi Kluncing), Kecamatan Sumberwringin. Program strategis ini diluncurkan untuk menjawab tantangan kepariwisataan lokal, di mana pengalaman wisatawan sebelumnya dinilai masih terfragmentasi dan belum dikemas dalam sebuah narasi wisata yang utuh dan mendalam.

Ketua Tim Peneliti, Bergas Anggito Adjie, menjelaskan bahwa inovasi utama dari riset terapan ini adalah merumuskan Standard Operating Procedure (SOP) paket wisata Agrileisure dan pembuatan E-Catalog interaktif. “Selama ini, kekayaan budaya lokal yang luar biasa seperti kesenian Tari Molong Kopi dan ritual adat Rokatan Bhumi umumnya hanya ditampilkan pada acara musiman atau saat panen raya saja. Melalui perancangan SOP Agrileisure ini, kami mengintegrasikan atraksi budaya tersebut, dipadukan dengan aktivitas memanen santai (slow harvesting) di kebun, hingga proses sangrai (artisan roasting) tradisional menggunakan tungku kayu bakar di Dapur Kona, menjadi satu kesatuan itinerary wisata berkualitas,” ungkapnya.

Pendekatan pariwisata yang diusung berlandaskan pada empat dimensi experiential tourism, yakni pengalaman sensorik, afektif, intelektual, dan perilaku. Artinya, wisatawan yang datang tidak sekadar melihat-lihat hamparan kebun, melainkan diajak berinteraksi dan berpartisipasi langsung dengan petani. Mulai dari edukasi memetik ceri kopi merah, memproses biji kopi, hingga mencicipi kuliner khas peninggalan leluhur petani yang sarat akan kearifan lokal.

Lebih lanjut, untuk memperluas jangkauan pasar dan mempermudah akses informasi di era modern, tim peneliti merancang E-Catalog paket wisata. Katalog digital ini tidak hanya berfungsi sebagai medium pemesanan (booking), tetapi juga didesain sebagai instrumen digital storytelling. Melalui E-Catalog, narasi keunikan kopi IG Java Ijen-Raung serta pesona alam seperti Hutan Pelangi dan Air Terjun Pelangi dapat tersampaikan dengan visual yang menarik dan interaktif bagi wisatawan, khususnya generasi milenial dan Gen Z.

Iklan

Baca juga: Dorong Kualitas Pariwisata, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim Hadirkan Inovasi ‘Agrileisure Homestay’ Berstandar CHSE di Kampung Kopi Kluncing, Desa Wisata Sukorejo, Bondowoso

Baca juga: Antisipasi Listrik Padam, Polinema Serahkan Genset dan Latih Pengelola Wisata Sumber Sira Gondanglegi

Dalam pelaksanaannya, penelitian Research and Development (R&D) ini menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Raung dan masyarakat setempat sebagai mitra utama atau co-creator. Rangkaian kegiatan dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan aset, penyusunan draf SOP, hingga validasi sistem melalui uji coba lapangan secara langsung (Familiarization Trip).

Program hibah Riset Tematik ini juga wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam ranah kepariwisataan dengan bidang keilmuan agrowisata. Dua mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur juga dilibatkan secara aktif di lapangan untuk mengambil data, menyusun desain layout pedoman SOP, dan memproduksi konten visual kreatif untuk E-Catalog.

Harapan berikutnya, hasil hilirisasi riset berupa hak cipta SOP dan E-Catalog ini akan diserahterimakan sepenuhnya kepada BUMDes dan Pokdarwis setempat. Standardisasi dan digitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan citra desa wisata, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian lokal secara berkeadilan, sekaligus mengukuhkan posisi Bondowoso sebagai “Republik Kopi” berskala global.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.