Langsung ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Antisipasi Listrik Padam, Polinema Serahkan Genset dan Latih Pengelola Wisata Sumber Sira Gondanglegi

Pelatihan Penggunaan Genset sebagai Sumber Energi Cadangan untuk Keberlanjutan Layanan Wisata Sumber Sira

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang menyerahkan unit genset kepada pengelola Wisata Sumber Sira, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang menyerahkan unit genset kepada pengelola Wisata Sumber Sira, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyerahkan satu unit genset sekaligus menggelar pelatihan penggunaannya bagi pengelola Wisata Sumber Sira di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Langkah ini ditempuh agar layanan wisata tetap berjalan ketika terjadi pemadaman listrik.

Wisata Sumber Sira dikenal sebagai destinasi wisata alam berbasis sumber mata air jernih. Pengunjung dapat menikmati kolam renang alami untuk snorkeling, river tubing, flying fox, gazebo, kereta sawah, hingga fasilitas outbound. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan keluarga maupun komunitas, sehingga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: Sumber Sirah Wajah Baru Ekonomi Desa: Dari Mata Air Jernih Menuju Wisata Edukasi Berbasis Masyarakat, Laporan Khusus | Sumber Sirah, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang

Baca juga: Menengok Potensi Kali Panggungrejo Gondanglegi, Calon Magnet Baru Wisata Mancing dan “Healing” di Malang

Kolam alami Wisata Sumber Sira di Kecamatan Gondanglegi yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan keluarga dan komunitas. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

Meski menawarkan pesona alam, operasional wisata ini sangat bergantung pada pasokan listrik. Sistem audio, penerangan, pompa pendukung, serta sejumlah wahana membutuhkan aliran listrik untuk dapat berfungsi. Saat listrik padam, beberapa fasilitas terpaksa berhenti beroperasi dan pencatatan tiket masuk harus dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berisiko menurunkan kualitas layanan, kepuasan wisatawan, sekaligus pendapatan pengelola.

Berangkat dari persoalan itu, tim PkM yang diketuai Ir. Hudiono, M.T. lebih dulu menggelar diskusi awal bersama Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo, Zainur Rozikin, S.M., di kantor BUMDes. Pertemuan tersebut membahas permasalahan kelistrikan yang dihadapi pengelola serta merumuskan langkah solusi yang paling tepat.

Iklan

Selain Ir. Hudiono, M.T. selaku ketua, tim PkM Polinema beranggotakan Nurul Hidayati, S.T., M.T.; Aad Hariyadi, S.ST., M.T.; Rieke Adriati Wijayanti, S.T., M.T.; Dianthy Marya, S.T., M.T.; serta Dra. Umi Anis Ro’isatin, M.Pd.

Diskusi awal Tim PkM Politeknik Negeri Malang bersama Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo, Zainur Rozikin, S.M., di kantor BUMDes untuk memetakan permasalahan dan langkah solusi. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

Hasil diskusi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk pemberian genset dan pelatihan penggunaannya sebagai sumber energi cadangan. Materi pelatihan meliputi pengenalan prinsip kerja genset, prosedur pengoperasian yang aman, perawatan rutin, manajemen bahan bakar, serta simulasi penggunaan genset saat terjadi kondisi darurat listrik padam.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan teori, praktik langsung mengoperasikan genset, serta pendampingan teknis kepada pengelola wisata. Untuk mengukur keberhasilan program, tim melakukan evaluasi terhadap tingkat pemahaman peserta dan kemampuan mereka dalam mempraktikkan penggunaan genset di lingkungan wisata.

Melalui kegiatan ini, pengelola diharapkan mampu mengoperasikan sumber energi cadangan secara mandiri dan aman. Dengan begitu, layanan kepada pengunjung tetap terjaga meskipun terjadi pemadaman listrik, dan kepuasan wisatawan pun dapat meningkat.

Dalam jangka panjang, program pengabdian ini diharapkan turut menopang stabilitas operasional serta keberlanjutan ekonomi Wisata Sumber Sira sebagai salah satu destinasi andalan di Kabupaten Malang.

Penulis: Tim PkM Politeknik Negeri Malang

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.