SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur berlangsung meriah di halaman Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jalan Indrapura, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang menghadirkan dalang kondang Ki Arif Sarjono serta hiburan guyonan dari Kirun dan Percil CS tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP.
Menurut Sri Untari, pagelaran seni tradisional tersebut bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, melainkan juga memiliki nilai strategis dalam melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan pertunjukan turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara. Sejumlah pedagang, terutama pelaku UMKM sektor kuliner, merasakan peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Ikuti Pembekalan Bareng KPK, Sri Untari Tegaskan Komitmen Anti-Korupsi DPRD Jatim
Baca juga: Karhutla Meluas di Jatim, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Desak Sinergi Kuat dan Doa Bersama
Sebelum pagelaran dimulai, Sri Untari menyampaikan kegembiraannya melihat tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai kegiatan kebudayaan yang dikemas dengan melibatkan masyarakat secara luas dapat memberikan manfaat lebih dari satu aspek.
“Pagelaran ini selain melestarikan warisan budaya leluhur, juga memberikan multiplier effect bagi pelaku UMKM kuliner. Alhamdulillah, masyarakat yang hadir menonton turut meramaikan dan melariskan dagangan produk UMKM di sini,” tutur Sri Untari.
Wayang Kulit, Cermin Sejarah dan Identitas Jawa Timur
Politisi senior yang juga menjabat sebagai Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, berbagai peristiwa perjuangan dan kepahlawanan yang berlangsung di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya semangat kemerdekaan Indonesia.
“Miniatur Indonesia ada di Jawa Timur. Jejak perjuangan dan peristiwa heroik di Jatim, khususnya di Surabaya, telah melahirkan fondasi semangat kemerdekaan yang diakui dunia,” tegas perempuan yang juga dikenal sebagai tokoh koperasi nasional tersebut.
Sri Untari menilai, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting untuk kembali mengingat perjalanan sejarah sekaligus memperkuat identitas dan karakter masyarakat melalui kegiatan kebudayaan.
Salah satu kekayaan budaya yang perlu terus dijaga adalah seni pewayangan. Selain memiliki nilai estetika dan hiburan, wayang kulit juga mengandung pesan moral, filosofi kehidupan, serta ajaran tentang kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat.
Lakon Wahyu Jitabsara Sarat Pesan Kepemimpinan
Dalam pagelaran tersebut, lakon Wahyu Jitabsara menjadi salah satu daya tarik utama. Sri Untari menyoroti kandungan filosofis dalam cerita pewayangan tersebut yang memuat ajaran mengenai tatanan kehidupan, kepemimpinan, hingga strategi kebangsaan.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam wiracarita pewayangan masih relevan untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.
Pesan tentang kebijaksanaan, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi nilai yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Karena itu, ia berharap kesenian tradisional tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga terus diperkenalkan dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Dorong Wayang Kulit Beradaptasi dengan Teknologi Digital dan AI
Ketua Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Malang tersebut juga menaruh perhatian terhadap keberlanjutan seni pewayangan di kalangan generasi muda, mulai dari generasi milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alfa.
Ia berharap generasi muda memiliki kepedulian dan ketertarikan terhadap kebudayaan bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menghadirkan inovasi dalam penyajian pertunjukan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruh kesenian tersebut.
Sri Untari mendorong agar seni pewayangan dapat bertransformasi secara dinamis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pemanfaatan teknologi tersebut, khususnya dalam pengembangan visualisasi pertunjukan, dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi generasi muda.
Dengan demikian, wayang kulit tidak hanya dikenal sebagai kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Apresiasi Dukungan DPRD Jatim untuk Kegiatan Kebudayaan
Pada kesempatan tersebut, Sri Untari juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran pimpinan serta seluruh anggota DPRD Jawa Timur, termasuk Sekretariat Dewan, yang telah memberikan dukungan anggaran bagi penyelenggaraan agenda kebudayaan dan keagamaan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendekatkan lembaga legislatif dengan masyarakat.
Pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan semacam ini, warisan budaya leluhur tetap mendapatkan ruang di tengah kehidupan modern, sementara pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar dan meningkatkan aktivitas usahanya.
Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi penyelenggaraan kegiatan kebudayaan yang lebih inklusif, melibatkan masyarakat luas, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga Jawa Timur. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.