MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Hasad, ghibah, riya, hingga ujub merupakan penyakit hati yang kerap muncul tanpa disadari. Jika dibiarkan, sifat-sifat tersebut tidak hanya merusak keikhlasan seseorang, tetapi juga mengikis persaudaraan dan meruntuhkan kemuliaan akhlak.
Pentingnya menjaga kebersihan hati tersebut menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan: Kajian Kitab Tematik DWP UIN Maliki Malang Seri 5, Jumat (30/10/2026). Menghadirkan Prof. Dr. Hj. Muassomah, M.Si., M.Pd., kajian bertema Adab Mengolah Hati: Menjaga Diri dari Penyakit Hati ini berlangsung secara daring melalui Google Meet.

Dalam pemaparannya, Prof. Muassomah mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadikan kebersihan hati sebagai bagian penting dari pembentukan pribadi muslimah yang berakhlak mulia.
Ia menekankan tiga pilar dalam mengolah diri, yakni meluruskan niat, menjaga lisan, dan membiasakan akhlak mulia. Setiap amal, menurut materi kajian tersebut, harus berorientasi pada rida Allah Swt., bukan sekadar mengejar pujian maupun pengakuan manusia.
Menjaga lisan juga menjadi bagian penting karena ucapan seseorang mencerminkan kondisi hatinya. Sementara itu, akhlak mulia tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Peserta kemudian diajak mengenali empat kelompok penyakit hati yang perlu diwaspadai, yaitu hasad (iri dan dengki), ghibah dan namimah (menggunjing dan mengadu domba), riya dan sum’ah (memamerkan amal demi memperoleh pengakuan), serta ujub (membanggakan diri).
Untuk menghindarinya, diperlukan keikhlasan, pengendalian lisan, kerendahan hati, serta kesadaran bahwa setiap kelebihan merupakan titipan Allah Swt.
Selain membersihkan hati dari sifat tercela (takhalli), kajian ini juga menekankan pentingnya menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji (tahalli), seperti qana’ah, sabar, syukur, dan husnuzan. Keempatnya dinilai menjadi fondasi dalam membangun ketenangan batin sekaligus menjaga keharmonisan hubungan sosial.
Sebagai bentuk penerapan, peserta diajak membiasakan zikir, membaca Al-Qur’an, melakukan muhasabah sebelum tidur, serta memilih lingkungan pergaulan yang baik. Kajian juga memperkenalkan lima pertanyaan refleksi diri untuk mengevaluasi niat, ucapan, prasangka, rasa syukur, dan kebaikan yang telah dilakukan setiap hari.
Melalui kajian rutin ini, DWP UIN Maliki Malang berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pengembangan kualitas spiritual dan karakter, selain kecerdasan serta keterampilan.
Pesan utama kajian tersebut menegaskan bahwa kemuliaan seorang perempuan tidak hanya tercermin dari karya dan kontribusinya di tengah masyarakat, tetapi juga dari kesungguhannya menjaga hati dan memperbaiki akhlak.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.