Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Mahasiswa PPG UMM Gelar Pameran Inovasi Solutif Berbasis Potensi Lokal

Ketua Tim Kerja PPG UMM, Prof. Dr.

Pimpinan UMM dan tamu undangan menunjukkan produk-produk kreatif hasil karya mahasiswa PPG di stan pameran.

Pimpinan UMM dan tamu undangan menunjukkan produk-produk kreatif hasil karya mahasiswa PPG di stan pameran. (Foto: Humas UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ratusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Angkatan 2025 menunjukkan kreativitas tinggi melalui ajang pameran inovasi. Berlangsung di Aula BAU Kampus III UMM pada Selasa (27/10/2026), kegiatan ini menghadirkan berbagai produk solutif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Tim Kerja PPG UMM, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh 203 mahasiswa dari tujuh rombongan belajar ini mengusung tema “Meneguhkan Jiwa Kebangsaan, Mengabdi Karya Inovatif Calon Guru Profesional.” Menurutnya, gelar karya ini bukan sekadar pameran akademik semata.

Sesi foto bersama seluruh mahasiswa PPG UMM Calon Guru peserta pameran inovasi tahun 2026.
Sesi foto bersama seluruh mahasiswa PPG UMM Calon Guru peserta pameran inovasi tahun 2026. (Foto: Humas UMM)

“Gelar karya ini bukan sekadar pameran hasil akademik, melainkan manifestasi kegiatan yang berdampak langsung. Pendidik masa depan harus memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh dan mampu menggerakkan ekosistem pendidikan melalui karya kreatif,” tegas Prof. Sugiarti.

Baca juga: Inovasi Allium Dye Mahasiswa PPG UMM: Ubah Sampah Kulit Bawang Jadi Pewarna Batik Ramah Lingkungan

Baca juga: PPG UMM Kantongi Lisensi HKI, Resmi Lahirkan 4 Model Pembelajaran Inovatif

Tujuh Stan Kreatif Angkat Solusi Riil di Tengah Masyarakat

Penampilan stan pameran mahasiswa yang menampilkan berbagai suvenir dan produk ramah lingkungan.
Penampilan stan pameran mahasiswa yang menampilkan berbagai suvenir dan produk ramah lingkungan. (Foto: Humas UMM)

Pameran tersebut dikemas secara menarik ke dalam tujuh stan dengan konsep berbeda, mulai dari Suvagatam, Pranatara, Agroeduvation, Hamemayu Hayuning Bawana, Widyakarya, Nature to Future, hingga Harmoni Kreatif. Setiap stan menampilkan produk berbasis potensi lokal, pelestarian lingkungan, hingga media pembelajaran interaktif.

Di stan Widyakarya, misalnya, mahasiswa memamerkan tote bag jumputan dan ecoprint hingga lilin aromatik dari minyak jelantah. Perwakilan stan, Gilang Maulana Jauza, menjelaskan bahwa produk tersebut dikembangkan langsung bersama anak-anak disabilitas.

Iklan

“Pembuatan tote bag ini kami kembangkan bersama anak-anak disabilitas di Yayasan Anak Bangsa, Sawojajar. Kami ingin memberdayakan mereka sekaligus menyediakan produk suvenir resmi untuk yayasan,” ujar Gilang.

Hal senada juga tampak di stan Pranatara dari kelas PGSD 5. Berkolaborasi dengan PKK setempat, mereka sukses menghasilkan produk inovatif berupa abon pepaya dari panen berlebih, water candle minyak jelantah, sabun ekstrak kulit jeruk, hingga media pembelajaran digital untuk siswa sekolah dasar.

Perkuat Karakter Pendidik Melalui Seminar Wawasan Kebangsaan

Suasana seminar wawasan kebangsaan dalam pameran inovasi PPG UMM di Aula BAU Kampus III UMM.
Suasana seminar wawasan kebangsaan dalam pameran inovasi PPG UMM di Aula BAU Kampus III UMM. (Foto: Humas)

Selain pameran produk, kegiatan ini juga diisi dengan seminar wawasan kebangsaan bersama Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., dan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur periode 2022–2027, Dra. Hj. Rukmini Amar, M.AP.

Dalam pemaparannya, Dra. Hj. Rukmini Amar, M.AP., menekankan pentingnya peran guru berkemajuan di era modern.

“Guru berkemajuan tidak sekadar mengajar, tetapi juga harus merawat nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan yang mengedepankan kecerdasan dan toleransi demi membentuk generasi penerus bangsa,” tegas Rukmini.

Komitmen UMM Cetak Guru Profesional yang Adaptif dan Inovatif

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yumiardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., berpesan agar para calon guru senantiasa menjaga semangat pengabdian dan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Pendidikan terbaik tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi lewat keteladanan. Guru dituntut terus berinovasi menjawab persoalan masyarakat dengan menjaga budaya literasi agar pembelajaran selalu relevan dengan zaman,” pungkas Muhammad Salis.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.