Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Mahasiswa Instrumentasi UB Jalani Magang Internasional TEEP 2026 di Taiwan

Dua mahasiswa Program Studi Instrumentasi Departemen Fisika angkatan 2023, Reynold Bennedict Gadmon dan Reynald David Asher, resmi terpilih untuk mengikuti

Suasana akrab saat mahasiswa menjalani sesi diskusi bersama profesor pembimbing di Taiwan.

Suasana akrab saat mahasiswa menjalani sesi diskusi bersama profesor pembimbing di Taiwan. (Foto: Humas UB)

TAIWAN | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat internasionalisasi dunia pendidikan kembali dibuktikan oleh Universitas Brawijaya (UB). Dua mahasiswa Program Studi Instrumentasi Departemen Fisika angkatan 2023, Reynold Bennedict Gadmon dan Reynald David Asher, resmi terpilih untuk mengikuti program Magang Berdampak melalui skema Taiwan Experience Education Program (TEEP) 2026.

Program prestisius ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan Providence University, Taiwan. Berlangsung selama empat bulan penuh, kegiatan ini dijadwalkan mulai 9 September 2026 hingga 17 Januari 2027 mendatang.

Berpose di depan Luking Library, para peserta program TEEP dari berbagai belahan dunia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Berpose di depan Luking Library, para peserta program TEEP dari berbagai belahan dunia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. (Foto: Humas UB)

Kolaborasi Lintas Negara dan Dosen Pembimbing Internasional

Selama menjalani program magang di Taiwan, kedua mahasiswa tersebut mendapatkan pendampingan ketat, baik dari dosen internal kampus asal maupun dari perguruan tinggi mitra. Prof. Dr. Eng. Agus Naba, S.Si., M.T., ditunjuk langsung sebagai dosen pembimbing dari Universitas Brawijaya.

Baca juga: UB Gandeng Industri, Mahasiswa Instrumentasi Praktik Teknologi PLC-HMI Allen Bradley

Baca juga: Mahasiswa FTAB UB Borong Dua Medali di Kompetisi Internasional Rusia

Iklan

Sementara itu, di Providence University, Taiwan, Reynold Bennedict Gadmon berada di bawah bimbingan langsung Prof. Hsueh-Ting Chu. Adapun Reynald David Asher mendapatkan bimbingan akademik dari Prof. Bernard Fong.

“Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya mendalami ilmu teknis Instrumentasi, tetapi juga mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural,” ujar perwakilan sivitas akademika UB.

Dorong Daya Saing Global dan Kontribusi Nyata SDGs

Keikutsertaan dalam TEEP 2026 bukan sekadar agenda magang biasa. Program ini dirancang khusus untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi teknis, serta mengasah soft skills seperti komunikasi dan kerja sama tim lintas negara.

Kehangatan kebersamaan mahasiswa UB bersama peserta magang internasional di Taiwan.
Kehangatan kebersamaan mahasiswa UB bersama peserta magang internasional di Taiwan. (Foto: Humas UB)

Dari sudut pandang global, langkah strategis ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Inspirasi Baru bagi Mahasiswa Departemen Fisika UB

Pihak universitas berharap, keikutsertaan Reynold dan Reynald dapat memantik motivasi mahasiswa lainnya di lingkungan Departemen Fisika UB. Mobilitas internasional seperti skema TEEP ini dinilai sangat krusial dalam mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan siap menghadapi dinamika global di dunia kerja masa depan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.