Langsung ke konten
Selasa, 8 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Anggota Kodim Malang Andalkan JKN: Bertugas Tenang, Kesehatan Keluarga Terjamin

Menyadari krusialnya hal tersebut, Arif Setyo Budi (40), seorang anggota Kodim di Malang, secara penuh memercayakan perlindungan kesehatannya pada Program

Arif Setyo Budi (40), anggota TNI-AD di Malang, tersenyum optimis menceritakan ketenangannya dalam bertugas berkat jaminan perlindungan kesehatan dari Program JKN.

Arif Setyo Budi (40), anggota TNI-AD di Malang, tersenyum optimis menceritakan ketenangannya dalam bertugas berkat jaminan perlindungan kesehatan dari Program JKN.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjalankan tugas negara sebagai prajurit TNI Angkatan Darat menuntut kesiapan fisik dan mental yang senantiasa prima. Menyadari krusialnya hal tersebut, Arif Setyo Budi (40), seorang anggota Kodim di Malang, secara penuh memercayakan perlindungan kesehatannya pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memastikan pengabdiannya berjalan optimal.

Menjaga pola hidup sehat rupanya tidaklah cukup bagi pria berusia 40 tahun ini. Ia sangat meyakini bahwa memiliki jaminan kesehatan adalah langkah antisipatif mutlak yang harus dimiliki oleh setiap prajurit di lapangan.

“Sebagai anggota TNI, kita harus selalu siap ketika mendapat tugas. Kondisi kesehatan tentu menjadi hal yang penting. Dengan adanya JKN, saya merasa lebih tenang karena ada jaminan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Arif saat menceritakan pengalamannya.

Baca juga: Cegah Anemia dan Diabetes, MAN 2 Kota Malang Gandeng Puskesmas Arjuno Gelar Skrining Kesehatan Siswi

Baca juga: RS Hermina Kepanjen Resmi Beroperasi, Bupati Malang Apresiasi Fasilitas Kesehatan Modern

Bagi Arif, datangnya penyakit dan risiko kesehatan adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diprediksi oleh siapa pun. Seseorang bisa saja tampak sangat bugar saat menjalankan rutinitas harian, namun kondisi fisiknya bisa merosot kapan saja tanpa peringatan. Oleh sebab itu, ia sangat menghindari kebiasaan baru memikirkan asuransi atau jaminan kesehatan ketika tubuh sudah terbaring sakit.

Iklan

Menjaga status kepesertaan JKN agar selalu aktif dinilainya sebagai bentuk kesiagaan nyata dalam menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, sekaligus memberikan rasa aman yang tak ternilai bagi keluarga tercinta. “Kalau kita sudah memiliki jaminan kesehatan, rasanya lebih tenang. Bukan berarti kita berharap sakit, tetapi kita sudah menyiapkan perlindungan kalau suatu saat memang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Prajurit berdedikasi ini juga menyoroti dan mengapresiasi transformasi layanan BPJS Kesehatan yang kini dirasa semakin modern.
Hadirnya berbagai inovasi kanal layanan digital membuat proses pengurusan administrasi hingga pencarian informasi JKN dapat dilakukan secara praktis hanya melalui ponsel pintar. “Sekarang sudah semakin mudah. Banyak informasi dan layanan yang bisa diakses tanpa harus selalu datang langsung ke kantor. Bagi saya, ini sangat membantu karena kita juga punya kesibukan dan aktivitas yang harus dijalankan,” terang Arif.

Kemudahan akses digital tersebut pada akhirnya semakin menyadarkan Arif bahwa JKN bukan sekadar fasilitas penolong saat sakit, melainkan sebuah tameng perlindungan kesehatan jangka panjang yang wajib dirawat. Melalui pengalamannya, ia pun menitipkan pesan khusus kepada masyarakat luas, terutamanya kalangan muda yang kerap merasa kebal terhadap penyakit, untuk segera menyiapkan perlindungan kesehatan sedini mungkin.

“Jangan karena masih muda dan merasa sehat kemudian menganggap jaminan kesehatan tidak penting. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Lebih baik dipersiapkan dari sekarang,” pesannya dengan nada serius. Menutup perbincangannya, Arif mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga status aktif kepesertaan JKN agar senantiasa mendapatkan ketenangan dalam bekerja, berkarya, dan beraktivitas sehari-hari.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.