Langsung ke konten
Senin, 7 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Menembus Hutan Perlis Malaysia, Tim Kehutanan FBiPK UB Petakan Potensi Flora, Hidrologi, dan HHBK

Program Studi Kehutanan, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK), Universitas Brawijaya memperkuat jejaring

Delegasi Kehutanan FBiPK Universitas Brawijaya berfoto bersama ratusan peserta lintas negara dalam ajang The Scientific Expedition on Forest Biodiversity di Perlis, Malaysia.

Delegasi Kehutanan FBiPK Universitas Brawijaya berfoto bersama ratusan peserta lintas negara dalam ajang The Scientific Expedition on Forest Biodiversity di Perlis, Malaysia. (Foto: Humas UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Kehutanan, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK), Universitas Brawijaya memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dalam kegiatan The Scientific Expedition on Forest Biodiversity of Bukit Papan Forest Reserve and Southern Kurong Batang Forest Reserve, Perlis, Malaysia yang berlangsung pada 16–21 Agustus 2026.

Kegiatan ekspedisi ilmiah yang diselenggarakan oleh Universiti Putra Malaysia (UPM) tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan dalam melakukan eksplorasi dan pengamatan keanekaragaman hayati hutan secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, FBiPK, Universitas Brawijaya mengirimkan delegasi yang terdiri atas tiga dosen Program Studi Kehutanan, yaitu Rizki Maulana Ishaq, S.P., M.P.; Arif Delviawan, S.Hut., M.Agr., Ph.D.; dan Dr. Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si., serta dua mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian, yaitu Avi Qurvanda, S.Hut., M.P. dan Arega Dwi Putra, S.Hut., M.P. yang juga merupakan alumni Program Studi S1 Kehutanan.

Baca juga: Mahasiswa Prancis 1 Semester di UB: Ikuti Program Exchange di Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan

Baca juga: Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Ikuti Bimtek Perlindungan Varietas Tanaman 2026

Ekspedisi ini melibatkan lebih dari 100 peserta dari empat negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Peserta berasal dari berbagai institusi akademik, lembaga pemerintah kehutanan, organisasi konservasi, serta komunitas pemerhati lingkungan. Dari Indonesia, delegasi FBiPK Universitas Brawijaya menjadi salah satu perwakilan internasional yang berkontribusi dalam kajian biodiversitas hutan.

Mengkaji Biodiversitas Flora, Hidrologi, dan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu

Dalam ekspedisi tersebut, Tim Universitas Brawijaya mengangkat tema penelitian “Potensi Hutan Simpan Bukit Papan dan Kurong Batang Selatan, Perlis untuk Biodiversitas Flora, Hidrologi, dan Hasil Hutan Bukan Kayu.” Kajian ini berfokus pada identifikasi keanekaragaman vegetasi, karakteristik sumber daya air, serta potensi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan. Kegiatan eksplorasi dilakukan melalui beberapa jalur pengamatan, yaitu Trail 10, Trail 3, Trail 8, dan Trail 1. Tim melakukan inventarisasi jenis tumbuhan serta pengukuran struktur vegetasi, seperti diameter batang, tinggi pohon, jumlah individu, dan tutupan kanopi untuk menggambarkan kondisi ekosistem hutan yang diamati.

Selain biodiversitas flora, tim juga melakukan pengamatan terhadap sumber air dan karakteristik hidrologi kawasan karst. Pengukuran kualitas air dilakukan pada beberapa titik pengamatan menggunakan parameter fisika-kimia seperti pH, electrical conductivity (EC), suhu air, oxidation-reduction potential (ORP), dan dissolved oxygen (DO).

Hasil inventarisasi vegetasi menunjukkan adanya variasi komposisi tumbuhan pada berbagai tipe habitat. Tim FBiPK UB berhasil mengidentifikasi sejumlah spesies vegetasi pada kawasan agroforestri, hutan dataran tinggi, hutan basah, hutan rawa, dan kawasan dekat danau yang menunjukkan perbedaan karakter ekologis antar habitat.

Iklan

Sementara itu, kajian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menghasilkan basis data sebanyak 201 rekaman perjumpaan dengan 57 taksa unik dari 28 famili, yang kemudian dianalisis berdasarkan potensi pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Menjadi Ruang Pertukaran Pengetahuan Antarnegara

Selain kegiatan lapangan, ekspedisi juga diisi dengan sesi presentasi dan diskusi ilmiah. Setiap kelompok peneliti memaparkan hasil pengamatan yang diperoleh selama eksplorasi untuk mendapatkan masukan dan perspektif dari peserta lainnya. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai biodiversitas, metode penelitian, serta pengelolaan ekosistem hutan.

Ketua pelaksana ekspedisi, Dr. Razak, menyampaikan bahwa kegiatan selama enam hari tersebut menghasilkan berbagai temuan biodiversitas, mulai dari fauna hingga flora. Hasil keseluruhan ekspedisi mencatat sekitar 16 spesies mamalia, 60 spesies burung, 70 spesies kupu-kupu, 25 herpetofauna, serta berbagai kelompok flora seperti tumbuhan berkayu, anggrek, paku-pakuan, dan tumbuhan panjat.

“Ekspedisi saintifik ini tidak hanya menjadi kegiatan eksplorasi biodiversitas, tetapi juga menjadi platform kolaborasi internasional untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring penelitian, serta menghasilkan data ilmiah yang dapat mendukung konservasi dan pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan.”
Dr. Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si. (perwakilan Tim Kehutanan FBiPK UB).

Perkuat Komitmen Internasionalisasi Riset Kehutanan

Keikutsertaan FBiPK Universitas Brawijaya dalam ekspedisi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan penelitian global, khususnya dalam bidang biodiversitas hutan, ekologi, konservasi, serta pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, hasil ekspedisi direncanakan akan dikembangkan dalam bentuk seminar ilmiah internasional, prosiding, serta peluang publikasi ilmiah bersama antarpeneliti. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi FBiPK UB dalam pengembangan ilmu kehutanan dan konservasi biodiversitas di tingkat internasional. #UniversitasBrawijaya_SDG8, #UniversitasBrawijaya_SDG17

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.