Langsung ke konten
Minggu, 4 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Prodi MPI UIN Malang Gelar Seminar Nasional, Soroti Tantangan Berpikir Kritis di Era Digital

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar nasional bertajuk “Berpikir

Moderator membacakan CV narasumber, di Aula Saintek UIN Malang

Moderator membacakan CV narasumber, di Aula Saintek UIN Malang (Foto: Panitia acara FBP)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar nasional bertajuk “Berpikir Kritis di Zaman Serba Cepat: Tantangan Nyata Generasi Muda Masa Kini di Era Digitalisasi” di Aula Saintek UIN Malang, Kamis (1/10/2026).

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutupan Festival Bulan Pendidikan yang diselenggarakan HMPS MPI UIN Malang. Kegiatan menghadirkan Nur Syifa Nadiastuti, S.M., CCC. sebagai narasumber dengan Dwi Ayu Malichatin sebagai moderator.

Mengangkat isu yang dekat dengan keseharian generasi muda, seminar membahas tantangan berpikir di tengah arus informasi digital yang semakin cepat. Peserta diajak memahami bahwa persoalan generasi saat ini bukan lagi sulitnya memperoleh informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang valid di antara begitu banyak sumber yang tersedia.

Baca juga: Tidak Ikut Demo, Jawara Technoprenure dari SMAN 1 Turen Malah Akui Dukungan Kepala Sekolah MALANG I JATIMSATUNEWS.COM: Pernah viral medio 17 Oktober 2022, SMAN 1 Turen justru mengukir prestasi berturut sesudahnya, antara lain juara UKBI dan terkini menjadi juara 1 ajang SMA Award kategori Technoprenure 16 Desember lalu. Adalah Fadlih pemuda yang mewakili 3 rekannya menerima Anugerah itu dari tangan Gubernur Jatim Khofifah. Menjadi puncak capaian tertingginya atas segala proses menuntut ilmu dan berusaha menorehkan prestasi yang pernah dilakukan selama menjadi siswa di SMAN 1 Turen. “Lomba technopreneur saya ikuti bersama dengan 2 teman lain dari SMAN 1 Turen yakni Najwa Nur Sabrina (XI MIPA 1) dan Ruth Benedicta Susanto (XI MIPA 1). Karena yanh boleh mewakili hanya satu maka sayalah yang berangkat, karena kebetulan saya laki-laki, jadi lebih mudah keluar rumah nginap-nginap,” tutur Fadlih menceritakan pengalamannya berangkat menuju Shangrila menerima Anugerah juara SMA award pada Jatim Satu News, Senin 18/12/2022 Selanjutnya dia juga menceritakan proses sebelum berhasil meraih anugerah. Selanjutnya dia juga menceritakan tahap memperoleh kemenangan atas karyanya Design In. “Awal pengumpulan karya berupa proposal dan video pada tanggal 04 Oktober 2022, Pengumuman 5 besar tanggal 14 November 2022, Babak final tanggal 06 Desember 2022 bertempat di Ruang Rapat Bidang PPSMA, Gedung B lantai 1 Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Jl. Gentengkali 33 Surabaya. Terdapat 3 juri yang menguji rancangan bisnis kami,” cetus Fadlih. “Kami berangkat bertiga saat itu didampingi bu Desi juga, Pengumuman 3 besar tanggal 13 Desember 2022, dan saya mewakili kawan-kawan menerima hadiah kemarin,” ungkap Fadlih. Menceritakan kesibukannya, dia mengaku hanya fokus dengan pelajaran dan kejuaraan selama ini. Tidak mengamati kejadian di luar kegiatan itu termasuk demo yang pernah vital. “Waktu Itu saya sedang berada di luar sekolah, ikut kegiatan double track, lomba juga bersama bu Eny, ” tutur Fadlih dengan mata menerawang mengingat-ingat. Selanjutnya dia menyatakan memang tidak ikut demo yang ditujukan kepada kepala sekolahnya Eny Retno Diwati dengan tuduhan Arogan. “Iya saya tidak ikut demo waktu itu. Justru saya sedang bersama Bu Eny kegiatan SMA Double Track di Tunjangan Plaza, menuju pulang,” kisahnya. Diketahui, SMA double track adalah SMA yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Mengenai sosok Kepala Sekolahnya yang didemo dia tidak mengeluhkan apapun. Justru dia mendapatkan dukungan penuh motivasi, fasilitasi dan pendampingan selama mengikuti berbagi lomba, termasuk Technoprenure. “Bu Eny tak henti memberi motivasi dan support mewujudkan impian menjadi juara. Misal disamping mendapatkan bimbingan dari guru sekolah bu Eny juga menugaskan guru pendamping dari luar sekolah dan memfasilitasi apapun yang kami butuhkan mulai pendaftaran hingga menang kemarin, ” jelas Fadlih. Dia bahagia dengan hasil kemenangannya, berterima kasih kepada Civitas sekolah yang tak henti memberi dukungan. Kawan sesama siswa, guru pembimbing, guru pendamping, semen termasuk Kepala Sekolah. “Alhamdulillah, capaian ini berkat dukungan dari banyak pihak. Saya tidak akan bisa memperoleh kalau maju sendiri. Terimakasih dukungan kawan-kawan siswa, guru pembimbing, guru pendamping, asisten men mengajar, Asmen dan tentu saja termasuk Kepala Sekolah, Ibu Eny Retno Diwati, ” ungkap Fadlih. (Ans)

Baca juga: Kepala SMAN 1 Turen Agus Haryanto tentang Pemilos dan Pilketum, Ajarkan Murid Berpikir Kritis, Logis, dan Demokratis

“Bukan masalah kekurangan informasi, tapi tentang bagaimana bisa mengambil informasi yang valid,” ujar Nur Syifa dalam paparannya.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis tidak identik dengan sikap selalu membantah, tidak percaya kepada orang lain, ataupun terlalu banyak berpikir hingga overthinking. Berpikir kritis justru merupakan kemampuan untuk memberikan jeda sebelum seseorang menerima informasi dan mengambil kesimpulan.

Iklan

Ia merumuskan proses tersebut melalui lima tahapan sederhana: berhenti, bertanya, memeriksa, mempertimbangkan, dan menyimpulkan.

“Yang terlihat meyakinkan belum tentu benar,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan ketika generasi muda berhadapan dengan informasi yang dikemas secara menarik melalui media sosial, mesin pencari, maupun berbagai platform digital. Kecepatan penyebaran informasi tidak selalu berjalan seiring dengan kebenaran informasi tersebut.

Mengenalkan 5C Critical Thinking

Dalam seminar nasional tersebut, peserta juga diperkenalkan pada pendekatan 5C Critical Thinking, yaitu Check, Context, Compare, Critique, dan Choose.

Check mengajak seseorang memeriksa informasi yang diterima. Selanjutnya, Context menempatkan informasi sesuai konteksnya, kemudian Compare dilakukan dengan membandingkannya dengan sumber atau perspektif lain.

Tahap berikutnya adalah Critique, yakni menguji dan menilai informasi secara kritis, sebelum akhirnya menentukan pilihan melalui tahap Choose.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa berpikir kritis bukan sekadar kemampuan mempertanyakan sesuatu, melainkan sebuah proses untuk menghasilkan keputusan yang lebih terukur.

Nur Syifa juga mengajak peserta melihat penerapan kemampuan berpikir kritis dalam berbagai aktivitas, mulai dari brainstorming, menjelaskan konsep, mencari alternatif ide, membuat outline, merangkum, melakukan simulasi wawancara, memberikan feedback, hingga mendukung proses pembelajaran.

Iklan

Bagi mahasiswa, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi tuntutan akademik sekaligus dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital.

Menutup Festival Bulan Pendidikan

Seminar nasional ini sekaligus menjadi agenda penutup Festival Bulan Pendidikan yang digelar HMPS MPI UIN Malang. Kehadiran seminar dengan isu berpikir kritis memberikan penekanan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam mengolah informasi dan mengambil keputusan.

Kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari luar UIN Malang. Ulfa, peserta dari UIN Salatiga, mengaku mendapatkan pengalaman menarik dalam rangkaian kegiatan yang diikutinya.

“Tentunya pasti seru. Pertama kali lomba desain yang ada sesi presentasi,” ujarnya.

Melalui seminar nasional tersebut, Prodi MPI UIN Malang dan HMPS MPI menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda di tengah perubahan digital.

Sebab, di zaman ketika informasi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik, kemampuan untuk berhenti sejenak, memeriksa, membandingkan, dan mempertimbangkan justru menjadi bagian penting dari kecakapan akademik dan kehidupan generasi muda.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.