Langsung ke konten
Senin, 7 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Bupati Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Perkuat Pendampingan Psikologis Santri Pascainsiden Dugaan Keracunan MBG

JATIMSATUNEWS.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam pascainsiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo bersama Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Tanggulangin dan Tim Puskesmas Jabon melaksanakan rapid asesmen serta pendampingan kesehatan jiwa bagi para santri.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi psikologis santri setelah insiden yang menyebabkan ratusan santri mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Para santri sebelumnya diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, MKes, mengatakan rapid asesmen dilakukan terhadap 59 santri. Asesmen tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan jiwa sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan yang diperlukan pascainsiden.

Menurutnya, asesmen awal penting dilakukan untuk mendeteksi kondisi psikologis santri sedini mungkin. Hasil asesmen selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing santri.“Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui rapid asesmen ini, kami melakukan deteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut,” jelasnya.

Iklan

dr. Lakhsmie menegaskan, pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis. Para santri diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi, pengalaman, dan perasaan yang mereka alami setelah kejadian tersebut.“Kami tidak hanya melihat kondisi fisiknya, tetapi juga psikologisnya. Anak-anak perlu mendapatkan rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini.

Jika dari hasil asesmen ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya.

Asesmen dan pendampingan dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, dan Balongdowo, Kecamatan Candi.Pendampingan dilakukan di dua lokasi karena Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Balongdowo merupakan tempat tinggal sebagian santri yang juga bersekolah di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Putat, Kecamatan Tanggulangin.

“Jadi, kami memberikan pendampingan di kedua tempat itu agar asesmen dan perhatian terhadap kondisi kesehatan jiwa santri dapat dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.Kegiatan tersebut merupakan langkah responsif Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan penanganan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian segera, termasuk aspek kesehatan jiwa.

Pemkab Sidoarjo berkomitmen memastikan para santri memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal, tidak hanya dalam pemulihan kondisi fisik tetapi juga psikologis.

Melalui asesmen dan pendampingan tersebut, diharapkan proses pemulihan para santri dapat berjalan dengan baik sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren dengan rasa aman dan nyaman.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.